Dear
kamu, yang beberapa bulan ini menguasai seluruh pikiran
Mungkin
kamu tak akan pernah tahu berapa banyak air mata yang aku keluarin percuma
hanya gara-gara sekedar rindu padamu atau meratapi keadaanku. Toh kamu punya
banyak hal yang bisa membuatmu bahagia, banyak sekali perbincangan, kegiatan
ataupun rencana untuk pergi ke tempat yang kamu sukai dengan entah siapa dan
yang pasti tak akan pernah terbesit ada aku disana.
Mungkin
pula kamu gak akan pernah merasakan bagaimana seseorang bersusah payah
melakukan hal yang gak disukai demi kamu. Seakan menomor satukan kamu,
sementara kamu bahkan tak tahu apa yang dia sukai. Ah benarlah, mungkin dia
hanya seseorang yang begitu bodoh dengan menyiksa dirinya sendiri demi
seseorang.
Nah,
mungkin juga kamu tidak pernah sadar ada seseorang yang begitu mencintaimu dan
kamu begitu dibutuhkannya. Benar juga, orang-orang hanya berpikir apa yang
mereka butuhkan bukan yang orang lain butuhkan. Toh apa pedulimu?
Mungkin
lagi kamu tidak akan pernah tau, betapa pedih kehilangan seseorang yang sangat
diharapkan sementara orang yang begitu diharapkan tak pernah merasakan
kehilangan sama sekali.
Dan
mungkin juga, kamu tidak tahu bagaimana rasanya sakit tiap kali kamu bercerita
panjang kepadaku tentang rencana-rencanamu atau caramu menghabiskan waktumu
dengan segudang kegiatan dan teman-temanmu dan mungkin aku tak pernah masuk
dalam rencana besarmu itu. Ah sudahlah, aku yakin kamu tidak akan pernah tahu.
Aku
yakin, yang kamu tahu hanya bagaimana cara menghabiskan waktumu sesibuk
mungkin, menghabiskannya dengan hobimu, lalu menceritakan panjang lebar ke
orang lain (atau yang kamu bilang sharing) kemudian justru tak memberi
kesempatan pada orang lain untuk menceritakan cerita mereka.
Oh
iya, aku tahu. Mungkin yang kamu tahu itu adalah pergi ke suatu tempat. Hobi,
tugas atau apalah kamu menamai kegiatanmu. Melakukan hal yang menyenangkan
untukmu. Sampai kamu akan lupa apa yang bisa membuat kamu berdebar.
Sungguh
dari awal harusnya aku tidak membiarkanmu melakukannya. Ah aku? Siapalah aku
buatmu!
Tidak
masalah kalau aku hanya teman berceritamu. Tak masalah juga kalau selama ini
aku hanya kamu anggap sebagai buku agendamu tapi tanpa aku dalam agenda
kedepanmu.
Yah
begitu, aku tak pernah mempermasalahkannya
Karena
yang salah aku
Aku
yang bertanggung jawab atas kepedihan dan sakit karena menyukaimu dan juga atas
khayalan-khayalan tentang dirimu serta kesepian yang hatiku buat sendiri. Aku juga
yang salah ketika kamu menjadi seorang bajingan.
Aku
menyukaimu. Sungguh.
Jangan
pernah dengarkan orang lain, cukup dengarkan aku. Atau kalau bersamaku terlalu
sulit bagimu maka pergilah. Pergilah jauh, dengan begitu aku bisa menghentikan
cengkraman rindu. Dengan begitu (jika aku begitu beruntung) mungkin kamu akan
merasakan apa itu rindu dan kehilangan.
Damn!
Aku benar-benar sakit hati
Bukan
padamu, tapi aku sendiri!
Aku
merasa sangat bodoh karena menyukaimu
Ayolah,
aku hanya sangat merindukanmu. Perbincangan kita, tempat itu, kamerakupun
sangat merindukan sosokmu.
Aku
bukan aktor drama yang bisa menunggu. Aku hanya ingin kamu menyadari ada AKU
Cepatlah
sadar, sebelum kamu (jika aku beruntung) juga merasakan kehilangan
Bagi
kamu yang entah membaca ini atau tidak, percayalah ada orang diluar sana yang
mungkin terlalu sering kamu abaikan. Orang yang sangat merindukanmu. Ambil handphonemu,
hubungi dia bodoh! Sebelum terlambat.
0 komentar:
Posting Komentar