aku membuka kembali ingatanku,
mengingat setiap jejak yang kutinggalkan dengannya
masih sama, ceritanya utuh
tak pernah sedikitpun mencoba untuk terhapus
aku mencobanya?
tentu, aku selalu mencoba menghapusnya
tapi seakan dia tertulis dengan pencil permanen
tentu akhirnya aku biarkan saja dia utuh disana
dipikiranku yang tak pernah penuh olehnya
tidakkah kau membaca salah satu dari puisiku?
tidakkah kau merasa aku terlalu berlebihan dalam
mengekspresikan kamu?
seperti rokokmu, kasih
sampai manakah kepulan asapmu akan terhenti?
tidakkah dia kembali padamu?
maka, manakah yang akan kembali ke hatimu?
Aku dan kamu sebatas remang
Jalan kita selalu gamang
judul dan cara bertutur puisi ini terinspirasi tulisan yang ditulis Adimas emanuel
0 komentar:
Posting Komentar