Selasa, 17 Juni 2014

Aku pernah bersamanya


Kamu sangat beruntung mendapatkannya, kata Icha (mantannya)
Dan sekarang, aku yang mesti rela mengucapkan kata itu
Kamu beruntung mendapatkannya

Kamu pasti sangat bahagia bersamanya sekarang
Ah aku tahu ini karena pernah bersamanya

Aku tahu
Dia akan selalu meletakan senyumnya yang begitu indah ketika bertemu denganmu. Dia sedikit kaku di awal, dia akan malu-malu mengajakmu bicara duluan, tapi setelah itu dia akan mengajakmu merasa nyaman dengan cerita-cerita hebatnya. Dan dia akan memintamu untuk menceritakan cerita hari-harimu saat kalian jarang bertemu. Kamu juga dibuatnya tertawa dengan cerita konyolnya, meski sebenarnya ceritanya tak pernah lucu, tapi ekspresi lugunyalah yang akan selalu membuatmu tertawa.

Dia akan selalu ada. Dia akan membantumu dalam hal apapun yang dia rasa kamu kesulitan mengerjakannya. Dari membantu mencarikan buku untuk mengerjakan tugas-tugasmu, membetulkan sesuatu yang mungkin mengganggu laptopmu, atau juga sekedar mengecek motor yang kamu kendarai. Kalau tidak begitu, sekedar membantumu merapikan rambutmu ketika kamu sibuk mengerjakan sesuatu. Dia selalu begitu. Selalu ingin membuat orang yang dia suka nyaman dengannya. Dia seperti itu kalau sudah sangat mencintai seseorang.
Dia juga akan memelukmu. Entah kamu sedang bahagia atau diterpa masalah. Dia memelukmu dengan mesra dan hangatnya. Kamu akan dibuatnya merasa bahwa hanya dia yang selalu melindungimu. dan jangan khawatirkan itu
Entahlah. Dulu, aku merasa dadanya adalah senyaman-nyamannya tempat, setenang-tenangnya suasana. Bahunya adalah tempat bersandar terbaik. Kamu harus tahu itu, jangan membuang kesempatan merangkulnya.

Itu dulu.
Aku sangat mengenalnya, aku pernah merasakannya. Kehangatan peluknya, aku selalu jatuh cinta padanya tiap kali dia tersenyum padaku, tak terhitung berapa kali aku jatuh cinta padanya.
Yah, dulu memang dulu
Sebelum aku membuatnya kecewa
Aku tak memperlakukannya sebaik yang dia lakukan. Aku mementingkan egoisku. Membuatnya berkali-kali menderita karena ulah kekanak-kanakanku.
Mungkin dia lelah berulang kali mencegahku pergi
Sungguh, dulu aku berulang kali mencoba pergi hanya karena merasa bosan sesaat, tanpa sadar kalau hanya dia yang bisa membuatku bahagia.
Aku bahkan selalu memarahinya hanya karena sekedar masalah kecil. Dan sungguh jika dia membaca ini, semoga dia sudah memaafkan semuanya.

Buatlah dia bahagia. Jangan lakukan hal bodoh yang bisa membuatnya terluka. Sungguh dia tak akan sekalipun membuat kamu sedih

Untuknya:
I miss that moment. I miss the feeling being loved by someone. Someone like you, especially. And the worst part is, i miss you.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar