Kamu sangat beruntung mendapatkannya, kata Icha (mantannya)
Dan sekarang, aku yang mesti rela mengucapkan kata itu
Kamu beruntung mendapatkannya
Kamu pasti sangat bahagia bersamanya sekarang
Ah aku tahu ini karena pernah bersamanya
Aku tahu
Dia akan selalu meletakan senyumnya yang begitu indah ketika
bertemu denganmu. Dia sedikit kaku di awal, dia akan malu-malu mengajakmu
bicara duluan, tapi setelah itu dia akan mengajakmu merasa nyaman dengan cerita-cerita
hebatnya. Dan dia akan memintamu untuk menceritakan cerita
hari-harimu saat kalian jarang bertemu. Kamu juga dibuatnya tertawa dengan
cerita konyolnya, meski sebenarnya ceritanya tak pernah lucu, tapi ekspresi
lugunyalah yang akan selalu membuatmu tertawa.
Dia akan selalu ada. Dia akan membantumu dalam hal apapun
yang dia rasa kamu kesulitan mengerjakannya. Dari membantu mencarikan buku
untuk mengerjakan tugas-tugasmu, membetulkan sesuatu yang mungkin mengganggu
laptopmu, atau juga sekedar mengecek motor yang kamu kendarai. Kalau tidak
begitu, sekedar membantumu merapikan rambutmu ketika kamu sibuk mengerjakan
sesuatu. Dia selalu begitu. Selalu ingin membuat orang yang dia suka nyaman
dengannya. Dia seperti itu kalau sudah
sangat mencintai seseorang.
Dia juga akan memelukmu. Entah kamu sedang bahagia atau
diterpa masalah. Dia memelukmu dengan mesra dan hangatnya. Kamu akan dibuatnya
merasa bahwa hanya dia yang selalu melindungimu. dan jangan khawatirkan itu
Entahlah. Dulu, aku merasa dadanya adalah senyaman-nyamannya
tempat, setenang-tenangnya suasana. Bahunya adalah tempat bersandar terbaik. Kamu
harus tahu itu, jangan membuang kesempatan merangkulnya.
Itu dulu.
Aku sangat mengenalnya, aku pernah merasakannya. Kehangatan peluknya,
aku selalu jatuh cinta padanya tiap kali dia tersenyum padaku, tak terhitung
berapa kali aku jatuh cinta padanya.
Yah, dulu memang dulu
Sebelum aku membuatnya kecewa
Aku tak memperlakukannya sebaik yang dia lakukan. Aku mementingkan
egoisku. Membuatnya berkali-kali menderita karena ulah kekanak-kanakanku.
Mungkin dia lelah berulang kali mencegahku pergi
Sungguh, dulu aku berulang kali mencoba pergi hanya karena merasa bosan sesaat, tanpa sadar kalau hanya dia yang bisa membuatku bahagia.
Aku bahkan selalu memarahinya hanya karena sekedar masalah
kecil. Dan sungguh jika dia membaca ini, semoga dia sudah memaafkan semuanya.
Buatlah dia bahagia. Jangan lakukan hal bodoh yang bisa
membuatnya terluka. Sungguh dia tak akan sekalipun membuat kamu sedih
Untuknya:
I miss that moment. I miss the
feeling being loved by someone. Someone like you, especially. And the worst
part is, i miss you.
0 komentar:
Posting Komentar