Selasa, 19 September 2017

Bersabarlah Sampai Aku Benar Benar Pantas

Pada tiap jemari yang erat dibalut doa-doa baik, aku terus memanjangkan sujudku pada jarak mata kita yang pernah terik.
Kau ada di berbagai perayaan rinduku bahkan oleh ribuan rintik yang menyapa lewat jendela.
Aku terus menandakan setiap temu kita pada dinding harap dan juga beberapa hal yang kita sepakati bersama. Bahwa hati akan tahu kepada siapa ia memilih meski kadang luka mengemasnya sedemikian rupa.
Semenjak langit menjadi tempatku melepaskan resah. Atau sekedar memberitahunya tentang dekapan kita yang ingin terus menyatu tanpa pisah.
Kau tentu bertanya sejauh apa waktu menghantarkan ku lewat cara-cara yang kulakukan untuk terus melaju pada hatimu.
Kuberi tahu bahwa aku selalu membesarkan mimpi kita. Aku berusaha agar kelak jarak menjadi sedekat nadi dan keinginan yang sama-sama kita tabahkan pada masing-masing sabar terus tumbuh pada percaya.
Tetaplah menjadi penantian yang ku semogakan dalam banyak hal. Aku yakin tujuan kita masih tetap sama. Hingga pada akhirnya nanti, ketika takdir menetapkan kita menjadi dua hati yang disatukan oleh-Nya. Mengucap setia sampai usia kita berakhir pada masanya.
Aku maupun kau menyaksikan betapa sakralnya kita pada janji, pada riuh ucapan sah mengalun merekahkan senyum bahagia.
Itulah mengapa aku selalu sibuk pada sepertiga malam. Waktu dimana aku mendekatkan ikhtiar saat matamu terpejam. 
Jalanku masih panjang untuk sampai berlabuh dan menetap selama mungkin di hidupmu. Hingga tiba saatnya nanti kaulah yang berdiri didepan shaf ku.
Bersabarlah aku sedang memantaskan diri dihadapanmu dan juga dihadapanNya.
Oleh : —Indra. R
Share:

Senin, 28 Agustus 2017

Adakah wanita yang menyukaimu se-diam aku?

A hush is over everything, 
          Silent as women wait for love; 
          The world is waiting for the spring

Diam memang lebih baik.
Diam itu lebih memperhatikan, lebih mau mendengarkan, juga tak ingin mengusik urusan orang lain.

Namun ada saatnya diam itu tak mengenakkan.
Tak dapat menyelesaikan masalah, tak dapat mengubah keadaan, apalagi diam-diam menyukaimu.

Pernahkah kamu menyukai seseorang tanpa pernah mencoba untuk mengungkapkannnya? Ah ketahuilah cinta itu bisa tumbuh dari mana saja, dari sepasang manusia tanpa ada komunikasi juga bisa tumbuh benih cinta. Mungkin tidak keduanya, mungkin salah satunya. Tak apa, namanya tetap cinta.

Tentunya tidak akan pernah mudah untuk menjalani  hari dengan menahan  perasaan.

Tahukah kamu (yang mungkin gak pernah baca blog aku) kadang terbesit banyak tanya;
          “kamu sadar tidak aku suka kamu? Apa kamu merasakannya? Yakin gak sadar?
          Atau sudah sadar tapi sengaja berpura-pura? Apa aku terlalu menggangumu? Apa kamu
          takut dijadikan lelucon karena ada yang menyukaimu? Apa aku bukan tipemu? Atau ada
          alasan lain? Aku kamu sudah punya wanita disisimu?
          Apakah ada aku dihatimu?”

Aku mulai sering mengumpat ke kamu, karena perasaan dan moodku yang sering berubah tiap harinya. Tiba-tiba bahagia, semenit selanjutnya lalu merasa terluka dan menyakitkan, kadang merasa marah. Aku bahkan tak bisa mengontrol pikiranku sendiri, ada yang bisa menjelaskannya? Atau apa kamu tau alasan mengapa aku sangat menyukaimu?

          “betapa banyak waktu kita sering bertemu, tak pernah saling terucap kata, betapa seringnya
          tatapan matamu yang meleset dari pandanganku, berapa banyak waktu kita sering  jalan 
          berdua tapi saling bersebrang jalan

dan, Kamu terlalu beku.

Ribuan lantunan doa yang terucap untukmu belum bisa meluluhkannya. Aku hanya ingin egois sekali saja, aku hanya ingin dirimu. Tapi terlepas dari egoisku, selalu ada tanya “apa kamu juga menginginkanku?” namun aku wanita, kamupun tahu, tak mungkin aku bisa mengatakannya. Oh mungkin bukan tak bisa, aku hanya tak tau mulai dari mana. Mendekatimu saja begitu susah.

          “Jika kamu merasakannya yang sama, kenapa kamu tak bicara?”
          “Kalaupun tidak, kenapa tak berusaha menghindar?”
          “tak pantaskah aku memilikimu?”
          “Apalah arti dari bisumu?”

Kadang aku sampai dipuncak kekesalan dari diamku, “haruskah aku ungkapkan?”, “apa tak apa membuat diriku sendiri malu?”
“apa kamu justru tambah menghindariku saat tau perasaanku?”
Habislah aku, jika itu terjadi.

Jika kamu sempat membaca tulisan ini, dan seandainya kamu merasakan yang sama, kemarilah, genggam tanganku, aku takut suatu saat aku mulai lelah dengan menunggu. Aku hanya butuh kamu.

Namun jika sebaliknya, aku akan berusaha lebih kuat lagi. Setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku ke kamu lewat tulisan ini. Simak dengan baik ceritaku ini, “aku pernah disukai seseorang, tanpa pertimbangan dia mengungkapkannya. Sungguh aku kaget, bukan karena tak suka aku menolaknya, tapi karena aku tak punya perasaan apapun padanya. Dan penyesalan terbesarku adalah membuatnya sakit hati.”

          “aku tak ingin mengalami hal serupa”

Dan pada akhirnya aku hanya akan terus berdiam diri, setidaknya aku sudah menuliskan perasaanku disini, dan aku berharap kamu membacanya.


Dari aku yang menyukaimu sediam mungkin



Share:

Senin, 05 Juni 2017

Bolehkah berdoa pada Allah memohon agar seseorang menjadi jodoh kita?

Artikel kali ini hasil iseng dari baca-baca untuk menjawab kebingungan diri, akhirnya nemu yang aduhai.

Sebelumnya kemarin ngobrol-ngobrol dengan Mala dengan topik "Mau sampek kapan sendiri Riz". Menarik sekali kan? 
Sering sekali ditegur Mala gara-gara hal ini. Aku orang yang susah suka dengan orang, sekali suka gak bisa dibengkokin untuk kemana-mana. Seringnya Mala nanya kenapa gak mau buka hati untuk yang lain? kalau ada yang terpaut dengan hatimu segera ditirakati riz, ojo turu ae!

Ditirakati? Menyebut namanya dalam doa-doaku maksudnya? dan akhirnya menyisakan pertanyaan "Bolehkah berdoa pada Allah memohon seseorang agar menjadi jodoh kita?"

Setelah kelimpungan dengan pikiran sendiri. Apa iya boleh menyebut namanya dalam doa? Apakah tidak terkesan memaksa Allah atau egois karena menginginkan seseorang? gundah gulana (halah) mau nanya ibuk takut di ciiee-in dan akhirnya baca-baca artikel, akhirnya menemukan jawabannya.

Berikut isinya:

Panggil saja Eko

Jawabnya tentu saja boleh. Hak kita pada Tuhan hanya meminta, dan memang Tuhan yang suruh. Tapi mari jawab dengan jujur mana diantara doa ini yang lebih mungkin disegerakan Tuhan?
Pertama,"Ya Allah, jadikanlah si 'A' sebagai jodoh hamba. Hamba suka padanya jadikanlah ia suka padaku dan akhiri kami dalam pernikahan."

Kedua,"Ya Allah... Berikanlah aku jodoh yang rupawan, yang mapan, yang setia dan menyayangiku agar ku bahagia dan terjamin dimasa depanku."

Ketiga,"Ya Allah, isilah hatiku dengan kasih sayang, baikkanlah rejekiku, elokkanlah pekertiku agar aku bisa membahagiakan jiwa yang akan Kau jodohkan denganku"

Doa yang pertama atau kedua terkesan mendikte Tuhan dan berfokus pada kesenangan dirinya, tidak peduli pasangannya, egois lah pokoknya. Sementara doa ketiga berfokus pada kebahagiaan orang ini nanti. Doa orang yang berhati mulia seperti ini mungkinkah ditolak Tuhan??

Ingat, kunci bahagia adalah ketika kita memberi. Ketika kita lebih bermanfaat bagi sesama. Allah Maha Memberi dan akan mensegerakan pemberiannya kepada hamba yang bermental memberi, yang tujuan hidupnya membahagiakan orang lain.

Jodoh memang ditangan Tuhan. Tapi menurut kosep saya, di tangan Tuhan itu ada beberapa kandidat jodoh untuk kita, ada si A, si B, si C, masing-masing dengan kualitas yang berbeda, ada yang baik, moderat atau buruk. Ketika sudah tiba saatnya jodoh itu harus dipertemukan dengan kita, kira-kira kandidat mana yang diutus? Itu tergantung pada kualitas pribadi kita. Karena Tuhan punya hukum, wanita baik akan dipasangkan dengan pria baik sedangkan wanita keji untuk pria keji. Tuhan Maha Adil. Mudah-mudahan konsep ini lebih mudah diterima dibanding pemahaman bahwa Tuhan menyiapkan satu kandidat di tangannya. Bagaimana jika yang ditangan Tuhan adalah jiwa yang baik tapi anda adalah pribadi yang buruk! Tentu ini akan bertentangan dengan hukum Tuhan tentang masalah jodoh.

Jadi... Bukan jodoh yang kita pikirkan, tapi menjadi sepantas-sepantasnya pribadi bagi siapapun belahan jiwa yang baik yang disiapkan Tuhan.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah, dari artikelnya mas Eko (sok tau) di atas jadi sadar. Jika aku menyebut namanya terus menerus kesannya seakan mendikte Allah dan memaksakan kehendak, jadi belajar bagaimana berdoa yang baik juga bagaimana menjadi pribadi yang baik untuk memiliki calon yang baik.

Semoga kita tidak dikalangkabutkan oleh perasaan sesaat. 


                                                                                                      Mas Sinasiav :'*

Share:

Rabu, 31 Mei 2017

"All I know is that I love you so. So much that it hurts" - Coldplay


Hampir semua orang pasti pernah mengalami yang namanya one sided love atau kata kerennya cinta bertepuk sebelah tangan. Sangat jarang kita temui dua orang saling jatuh cinta disaat bersamaan. Jika kamu pernah jatuh cinta dengan seseorang secara bersamaan, it’s incredible!

Sebagai kaum yang sering mengalami one sided love, gak usah kuatir. Banyak kok yang sering mengalaminya! Jadi jangan berpikir cuma kamu yang sering mengalaminya, banyak disekitar kita yang juga mengalaminya dan masih baik-baik aja. Bisa suka sama seseorang itu anugerah loh! Bayangin kalo kita lihat cowok cakep gak ada feeling, lihat papa muda gendong anak gak gemes, mau jadi apa kita?. Jadi bagus loh bisa suka ke seseorang, ambil positifnya! Kita bisa belajar mengendalikan egois, mau perhatian kepada orang lain, mau membuka diri kita. tuh kan gak ada ruginya!

Perasaan suka atau cinta itu gak akan pernah bisa dihindari dan kadang timbulnya dari hal kecil yang kadang tanpa kita sadari. Seperti  sering ketemu bisa jadi suka, atau bertemu dengan tidak sengaja disuatu tempat bisa juga suka loh. Jadi tanpa sadar kita tertarik dan suka ke dia tanpa bisa kita hindari gitu aja.

Saat perasaan suka itu muncul, secara alami kita pasti bertindak agar selalu berada didekatnya. Melakukan ini itu dengan segala kehebohan untuk mendapatkan apa yang hati kita inginkan dan tentu saja agar dia juga membalas menyukai kita. Nah, kabar buruknya adalah ketika kita mulai berharap orang yang kita sukai merasakan perasaan yang sama dengan apa yang kita rasakan, namun dia yang diharapkan tak kunjung membalasnya. Bagian menyedihkannya, ketika kamu merasa gak cukup cantik, gak cukup pinter, gak cukup populer, gak cukup lain-lain buat dia. Sedihkan? Padahal kita sendiri yang membuat keadaan seperti itu. Akhirnya kita memutuskan untuk melupakannya.

Let me tell you one thing

Jika ingin melupakan sesuatu jangan pernah berusaha melupakannya

Karena semakin sering kamu berusaha, semakin sering muncul dia dipikiranmu. Jadi meski sudah tau cinta kita bertepuk sebelah tangan, melupakan dia dan rasa suka kita bukanlah hal yang tepat. Malahan nanti rasa sukamu bisa jadi benci, karena terlalu berusaha melupakan akhirnya kamu berpikir bagaimana cara membuat dia hilang dari pikiranmu yaitu dengan cara memikirkan hal-hal buruk tentangnya. Nah kan! kalau aku pribadi suka ya suka aja, sampai kapanpun tetap suka (tapi udah beda porsi). Kalau kamu merasa awalnya suka kemudian lama-lama jadi ilfeel mungkin itu bukan suka atau cinta tapi mungkin nafsu.

Belajarlah menyukai orang dengan tulus, bukan karena nafsu belaka. Kalau kita tulus, kita akan berusaha memperbaiki diri agar menjadi yang terbaik didepannya.

Being the best part of you is different from being someone else ya!

Bagian menariknya kalau kita melakukan sesuatu dengan tulus, dia pun akan merasakan ketulusan kita, karena apa yang dari hati akan menyentuh hati.

Tapi kalau dia memang gak bisa merasakan ketulusan hatimu, berpikir positif aja mungkin dia sudah mempunyai orang lain, atau gak mungkin dia hermaprodit. lol.

Lakukan sesuatu dengan hati  dan suatu saat kamu pasti mendapatkan seseorang yang pengertian, peka dan memiliki hati yang tulus. Bukannya “bagaimana kita, maka begitulah pasangan kita, dan begitu pula keluarga kita”, kalau kita sudah sedemikan tulus dan dia masih mengabaikan kita mungkin saja dia bukan yang terbaik untuk kita. Dan perlu diingat bahwa perasaan bisa dibolak balikkan, bisa saja rasa yang kita miliki akan memudar karena tidak ada feed back dari dia. So girls, gak usahlah berusaha melupakannya. Cukup dengan tetap mencintainya.

Seperti artikelku sebelumnya. Ada dua hal yang akan terjadi jika kita menyukai seseorang. Pertama, dia akan luluh dan mencintaimu. Kedua, kamu akan melupakannya dengan sendirinya.
Share:

Rabu, 08 Maret 2017

Keutamaan Puasa

Oleh
Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar
PENDAHULUAN
Puasa merupakan tempat pembinaan bagi setiap muslim untuk membina dirinya, di mana masing-masing mengerjakan amalan yang dapat memperbaiki jiwa, meninggikan derajat, memotivasi untuk mendapatkan hal-hal yang terpuji dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak. Juga memperkuat kemauan, meluruskan kehendak, memperbaiki fisik, menyembuhkan penyakit, serta mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Dengannya pula berbagai macam dosa dan kesalahan akan diampuni, berbagai kebaikan akan semakin bertambah, dan kedudukan pun akan semakin tinggi.
Allah Ta’ala telah mewajibkan bagi kaum muslimin untuk menjalankan puasa sepanjang bulan Ramadhan, bulan tersebut merupakan sayyidusy syuhuur (penghulu bulan-bulan lainnya), padanya dimulai penurunan al-Qur-an. Bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan, pendekatan diri, kebajikan, kebaikan, sekaligus sebagai bulan pengampunan, rahmat dan keridhaan. Padanya pula tedapat Lailatul Qadar yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Mengenai keutamaan bulan ini dan puasa pada bulan ini telah disebutkan dalam banyak hadits, dan yang dapat kami sebutkan di antaranya:
1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ (مَرَّتَيْنِ)، وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، اَلصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.”
“Puasa itu adalah perisai. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan tidak juga berlaku bodoh. Jika ada orang yang memerangi atau mencacinya, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’ (sebanyak dua kali). Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada aroma minyak kesturi, di mana dia meninggalkan makanan, minuman, dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah). Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” [1]
2. Hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ.”
“Kesalahan seseorang terhadap keluarga, harta dan tetangganya akan dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah.” [2]
3. Hadits yang diriwayatkan dari Sahl Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَاباً يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُوْنَ؟ فَيَقُوْمُوْنَ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوْا أُغْلِقُ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ.”
‘Sesungguhnya di Surga itu terdapat satu pintu yang diberi nama ar-Rayyan. Dari pintu itu orang-orang yang berpuasa akan masuk pada hari Kiamat kelak. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Ditanyakan, ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu akan ditutup sehingga tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.’” [3]
4. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ.”
‘Jika Ramadhan tiba, maka pintu-pintu Surga dibuka.’” [4]
5. Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ.”
‘Jika bulan Ramadhan telah masuk, maka pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu Jahannam akan ditutup dan syaitan-syaitan pun dibelenggu.’”[5]
6. Hadits yang juga diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.”
‘Barangsiapa bangun pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala maka akan diberikan ampunan kepadanya atas dosanya yang telah lalu.’” [6]
BEBERAPA RAHASIA PUASA
Puasa merupakan sarana paling tangguh untuk membantu memerangi hawa nafsu serta menekan nafsu syahwat sekaligus sebagai sarana pensucian jiwa dan pemberhentiannya pada batas-batas Allah Ta’ala, di mana dia akan menahan lisannya dari berbicara sia-sia, mencela, serta menyerang kehormatan orang lain, berusaha menyebar ghibah (menceritakan kejelekan atau aib orang) dan namimah (mengadu domba) ke tengah-tengah mereka, puasa juga dapat menundukkan tipu daya, pengkhianatan, kecurangan, muslihat, serta mencegah upaya melakukan perbuatan keji, memakan riba, menyuap dan memakan harta manusia dengan cara yang bathil serta berbagai macam penipuan. Selain itu, puasa juga mendorong seorang muslim untuk sesegera mungkin mengerjakan perbuatan baik, baik itu shalat maupun zakat dengan cara yang benar serta menyalurkan kepada pihak-pihak yang telah ditentukan oleh syari’at. Dia juga akan berusaha mengeluarkan shadaqah serta melakukan hal-hal yang bermanfaat, berkeinginan keras untuk memperoleh rizki yang halal dan menghindarkan diri dari perbuatan dosa dan keji.[7]
Dengan demikian, di dalam puasa itu terkandung banyak keutamaan yang sangat agung. Selain itu juga memiliki berbagai rahasia besar yang sebagian di antaranya telah diketahui oleh banyak orang, sedang sebagian lainnya tidak diketahui.
Dan di antara rahasia dan manfaat puasa yang paling tampak jelas adalah sebagai berikut:
PUASA MERUPAKAN METODE YANG MANTAP UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN
Di antara manfaat puasa yang agung adalah sebagai sarana menyiapkan seorang muslim dengan kekuatan yang menjadikannya mampu untuk melakukan perubahan pada dirinya sendiri. Dia dapat melakukan latihan melalui puasa sehari-hari sehingga dia dapat menahan diri dari setiap hal yang dia sukai dan cintai. Dan kepada penguasa nafsu dan syahwat, dia akan mengatakan, “Tidak.”
Sungguh jawaban yang hebat jika berada dalam keridhaan Allah. Jika seorang muslim mampu mengatakan hal tersebut, berarti dia telah berhasil mewujudkan kehormatan dan kedudukan yang tinggi atas syahwat dan ketamakannya. Sedangkan orang-orang yang tidak berpuasa adalah orang yang tidak pernah mampu mengendalikan gejolak jiwa mereka, bahkan mereka selalu tunduk kepada syahwat dan keinginan mereka. Mereka adalah budak-budak yang hina, bahkan lebih buruk dari budak-budak manusia. Seorang penya’ir telah mengungkapkan:[9]
“Kalau bukan karena kesulitan, niscaya umat manusia ini
secara keseluruhan akan menjadi terhormat,
Kedermawanan semakin langka
dan keberanian berarti perang.”
PUASA SEBAGAI CARA PENGGEMBLENGAN TENTARA
Kehidupan militer dengan segala hal yang diharuskannya, baik itu berupa kekerasan, kekasaran, ketegaran, ketundukan pada perintah, serta kedisiplinan pada arahan-arahan komandan. Dan kita bisa dapatkan perwujudan secara praktis pada puasa.
Yang demikian itu karena puasa merupakan sarana penggemblengan kekuatan fisik yang mengharuskan pelakunya menempuh satu manhaj (metode) tersendiri dalam kehidupannya, di mana tiang penyangganya berupa ketegaran, larangan, dan bersabar atas pahit getirnya rasa lapar dan panasnya rasa haus, kelelahan fisik dalam mengendalikan diri serta menahan hawa nafsu dan mengekang keinginannya, seakan-akan seorang muslim yang berpuasa itu adalah seorang tentara yang siap mendengar dan mentaati serta menjalankan perintah Rabb-nya tanpa penolakan atau pembangkangan.
Jika seorang tentara itu tunduk dan berpegang pada perintah serta menjalankannya di bawah pengawasan komandan, maka orang yang berpuasa (sedang) menjalankan perintah tanpa pengawasan dari seorang pun, kecuali dari Allah Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri sendiri, yang tidak akan pernah lengah dan tidur, Mahasuci Allah lagi Mahatinggi.
PUASA MEMPERKUAT KEINGINAN
Puasa dapat memperkuat keinginan, mendorong kemauan, mengajarkan kesabaran, membantu menjernihkan fikiran, menghidupkan pemikiran, dan mengilhami pendapat yang cerdas jika seorang yang berpuasa dapat melangkah ke fase relaks (santai), serta melupakan berbagai rintangan yang muncul akibat waktu luang dan terkadang keputusasaan, dan ketika seseorang memiliki keinginan yang kuat sehingga dia mampu mengatakan kepada pelaku kemunkaran, “Ini munkar.” Dia juga bisa menghadapi segala bentuk hal-hal negatif yang ada di masyarakat. Sehingga dengan demikian, dia telah menjadi seorang anggota masyarakat yang dinamis, yang akan membangun dan tidak merusak, serta melakukan perbaikan dan tidak melakukan peng-hancuran.
Ketika suatu bangsa memiliki keinginan yang kuat dan besar, maka dia tidak akan memperkenankan agresor atau penjajah untuk menginjakkan kaki ke tanahnya atau ikut campur dalam menentukan perjalanan hidupnya. Dengan kekuatan tersebut, ia juga akan mampu meraih kemenangan di medan pertempuran melawan kebodohan, keterbelakangan, melawan nafsu syahwat, serta sanggup menembus segala rintangan pembangunan dan kemajuan.
Syaikh ad-Dausari rahimahullah mengatakan, “Membangun keinginan yang kuat di dalam diri bukanlah suatu hal yang mudah. Berbagai kalangan, baik perkumpulan (organisasi) maupun kalangan militer telah berusaha membangun keinginan yang kuat kepada masyarakat masa kini. Padahal, Islam telah mendahului mereka dalam hal tersebut pada 14 abad yang lalu. Cukup besar kebutuhan seorang muslim, khususnya untuk memiliki keinginan kuat dan kemauan yang keras. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk berjuang melawan sakit akibat rasa lapar dan haus dalam menjalankan puasa.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi seorang muslim yang berpuasa untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak kekuatan ini setelah berbuka, mengucilkan atau menghinakannya sehingga pada malam harinya dia akan merusak kuatnya keinginan yang telah dia bangun pada siang harinya.[10]
PUASA MEMBENTUK AKHLAK MULIA
Puasa merupakan tempat penggemblengan diri bagi orang yang menjalankannya untuk membentuk akhlak mulia, akhlak ketakwaan, kebajikan, kebaikan, kepedulian, tolong-menolong, kasih sayang, kecintaan, kesabaran, dan akhlak mulia lainnya yang dibangun oleh puasa pada diri orang yang menjalankannya.
Puasa dapat membentuk muraqabah (rasa selalu berada dalam pengawasan Allah) bagi pelakunya. Bagi dirinya ada satu penjaga umum yang selalu mengawasi dirinya agar tidak ada sesuatu pun yang bersumber dari dirinya yang bertentangan dengan syari’at. Dialah yang membinanya dari dalam sehingga darinya muncul amal-amal lahiriah yang tunduk pada pengawasan ini.
Pernahkah engkau melihat orang yang berpuasa dengan penuh kejujuran dan kesungguhan kepada Rabb-nya melakukan kebohongan kepada orang lain? Pernahkah engkau melihatnya secara tulus ikhlas menjalankan puasanya dan kemudian melakukan kemunafikan di masyarakat? Sesungguhnya keikhlasan itu merupakan satu bagian utuh yang tidak mungkin dipisahpisahkan, di mana puncaknya adalah ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, barangsiapa yang tulus ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka sangat mustahil baginya untuk melakukan penipuan, kecurangan atau berkhianat. Oleh karena itu, puasa merupakan salah satu faktor dasar sekaligus pendalaman akhlak, pembangunan sekaligus pembentukannya untuk mengambil satu sifat amaliyah (perbuatan) yang semuanya berkumpul pada buahnya yang cukup jelas yang telah diingatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kitab-Nya: (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ)“Agar kalian bertakwa.”
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Puasa memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam menjaga anggota tubuh yang bersifat lahiriah dan juga kekuatan bathin serta melindunginya dari faktor-faktor pencemaran yang merusak. Jika faktor-faktor pencemaran tersebut telah menguasai dirinya, maka ia akan rusak.
Dengan demikian, puasa akan menjaga kejernihan hati dan kesehatan anggota badan sekaligus akan mengembalikan segala sesuatu yang telah berhasil dirampas oleh nafsu syahwat. Puasa merupakan pembantu yang paling besar dalam merealisasikan ketakwaan…”[11]
PUASA MEWUJUDKAN KETENANGAN JIWA
Pergolakan akan berlangsung terus-menerus antara jiwa yang menyuruh berbuat kejahatan dengan jiwa yang menyuruh berbuat kebaikan. Setiap kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang muslim adalah akibat dari penguasaan jiwa yang memerintahkan berbuat kejahatan. Sedangkan setiap upaya pendekatan kepada Allah yang dilakukan oleh seorang muslim adalah senjata kuat yang digunakan oleh jiwa yang memerintahkan berbuat kebaikan.
Oleh karena itu, puasa akan membangun kekuasaan jiwa, menguatkan serta meneguhkannya untuk melaksanakan risalahnya dan memfungsikan perannya dalam menjaga kedamaian dan ketenangan dalam diri seseorang. Peranan penting dari kekuasaan jiwa itu adalah pengarahan melalui kecaman dan teguran yang keras setiap kali gangguan jiwa berupaya untuk mengajak kepada kejahatan, memperdayanya atau menjebaknya agar tunduk kepadanya. Demikianlah, berbagai pertempuran bersembunyi di dalam jiwa dan berbagai kekuatan kebaikan akan menang, yang selanjutnya kedamaian dan rasa aman akan menyelimut dalam jiwa, kemudian beralih ke seluruh anggota badan sehingga bagian yang lain pun menikmati rasa aman dan ketenangan. Akhirnya semua kebaikan terealisasi bagi setiap muslim yang menjalankan puasa.
PUASA MERUPAKAN SALAH SATU WUJUD DARI KESATUAN UMAT ISLAM
Puasa merupakan satu penampakan praktis dari berbagai penampakan kesatuan kaum muslimin, kesetaraan antara si kaya dan si miskin, penguasa dan rakyat, orang tua dan anak kecil, serta laki-laki dan perempuan. Mereka berpuasa untuk Rabb mereka, seraya memohon ampunan-Nya dengan menahan diri dari makan pada satu waktu dan berbuka dalam satu waktu juga. Mereka sama-sama mengalami rasa lapar dan berada dalam pelarangan yang sama di siang hari, sebagaimana mereka mempunyai kedudukan yang sama dalam mengibarkan syi’ar-syi’ar lain yang berkenaan dengan puasa.
Dengan demikian, puasa merealisasikan semacam kesatuan tujuan, rasa, nurani, dan tempat kembali di masyarakat yang berpuasa.
Secara keseluruhan, umat Islam berdiri dalam satu barisan pada satu musim tertentu setiap tahun dan dalam beberapa hari tertentu di antara seluruh umat manusia ini. Ia merupakan barisan penghubung antara bangsa-bangsa yang kuat, antara komponen dari umat Islam secara keseluruhan, meskipun tempat tinggal mereka berjauhan dan berada dalam satu ikatan yang ditempatkan di hadapan satu pengalaman, yang memiliki satu pengaruh dan dalam satu penampakan kebersamaan.
Dengan demikian, hati dan perasaan mereka akan menjadi semakin erat dan akrab sehingga menjadi satu hati yang mengarah kepada kehidupan dengan satu pandangan.
Inilah satu teladan yang baik bagi persatuan antara berbagai masyarakat dari umat ini, bahkan sebagai teladan yang ideal bagi setiap kesatuan dalam kehidupan ini. Sebab, ia merupakan kesatuan yang bersumber dari nurani dan menciptakan masa depan serta tempat kembali dan membangkitkan berbagai kemuliaan dari dalam diri yang nampak secara lahiriahnya, sehingga terwujudnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ
“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kalian semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabb kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.” [al-Mu’minun/23: 52]
Kesatuan yang diwujudkan oleh puasa ini merupakan kesatuan permulaan, karena ia merupakan buah dari ibadah yang sungguh-sungguh.
Kesatuan nurani, karena ia bersumber dari amal perbuatan perasaan yang didasarkan pada perencanaan jiwa kemanusiaan.
Kesatuan tempat kembali, karena ia menggiring umat ini secara keseluruhan kepada satu tempat kembali yang berakhir padanya dan berdiam di sana, yaitu takwa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikannya sebagai buah dari puasa.
Kesatuan rasa, karena ia menyatukan rasa dan perasaan umat pada satu tujuan dan menempatkannya pada satu jalan.
Kesatuan ‘aqidah, karena ia bersumber dari keimanan dan keyakinan dan bertengger di udara takwa dan ibadah.[12]
Dalam penampilannya yang cukup mengesankan, kesatuan ini memberikan gambaran yang benar mengenai kesatuan besar yang menyamaratakan semua anggota umat meskipun terdapat perbedaan jenis, warna kulit, dan kebangsaan. Jika engkau ingin membuktikan hal tersebut, silakan arahkan pandangan-mu pada saat berbuka di negara yang aman, di Baitullah, untuk menyaksikan ratusan ribu orang yang berbuka bersama dalam satu waktu. Pernahkah engkau menyaksikan tampilan kesatuan yang lebih jelas dari ini? Pada hakikatnya, yang buta itu bukanlah pandangan mata, tetapi hati yang ada di dalam dada.
PUASA MEMILIKI PENGARUH BESAR BAGI KESEHATAN SECARA UMUM
Sesungguhnya pada puasa itu terkandung kesehatan yang besar dengan semua maknanya, baik kesehatan badan, perasaan, maupun rohani.
Dengan demikian, puasa dapat memperbaharui kehidupan seseorang dengan diperbaharuinya sel-sel dan dibuangnya sel-sel yang sudah tua dan mati serta diistirahatkannya perut dan organ pencernaan. Puasa juga dapat memberikan perlindungan terhadap tubuh, membersihkan perut dari sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna dan juga dari kelembaban yang ditinggalkan oleh makanan dan minuman.
Banyak para dokter menyebutkan berbagai manfaat puasa, di antaranya bahwa puasa dapat mempertahankan kelembaban insidentil sekaligus membersihkan pencernaan dari racun yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak sehat, dan mengurangi lemak di perut yang sangat berbahaya bagi jantung, yang ia sama seperti pengasingan kuda yang akan dapat menambah kekuatannya untuk bergerak dan lari.
Sedangkan kesehatan rohani yang ditimbulkan oleh puasa adalah berupa bimbingan yang diberikan kepada orang-orang yang berpuasa karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengetahui tujuan dari penciptaan mereka, mempersiapkan mereka untuk mengambil semua sarana takwa yang akan melindunginya dari kehinaan, kerendahan, dan kerugian di dunia dan akhirat. Pada akhirnya hati mereka menjadi selamat dari penyakit syubhat dan penyakit syahwat yang telah menimpa banyak orang.
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz telah mengatakan, “Pada puasa itu terdapat banyak manfaat dan hikmah yang besar, di antaranya adalah pembersihan, penggemblengan dan pensucian jiwa dari akhlak tercela dan sifat-sifat buruk, seperti tamak, rakus dan kikir, untuk kemudian dibiasakan dengan akhlak mulia seperti sabar, santun, dermawan, murah hati, dan pengerahan jiwa untuk mengerjakan segala hal yang diridhai Allah dan dapat mendekatkan diri kepada-Nya.
Manfaat puasa lainnya adalah membuat seorang hamba dapat memahami dirinya sendiri dan juga kebutuhannya, kelemahan dan kebutuhan dirinya akan Rabb-nya, juga mengingatkan diri akan keagungan nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dan mengingatkan akan kebutuhan saudara-saudaranya yang hidup miskin, sehingga mengharuskan dirinya untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus memohon pertolongan agar dilimpahkan berbagai kenikmatan untuk selalu mentaati-Nya serta mengasihi saudara-saudaranya yang hidup miskin sekaligus dapat berbuat baik kepada mereka.
Selain itu, manfaat puasa juga dapat membersihkan tubuh dari pencemaran yang buruk dan memberikan kesehatan serta kekuatan. Hal tersebut telah diakui oleh banyak dokter. Bahkan mereka telah banyak mengobati pasien mereka dengan menggunakan puasa ini.” [13]
[Disalin dari buku Meraih Puasa Sempurna, Diterjemahkan dari kitab Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab, karya Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar, Penerjemah Abdul Ghoffar EM, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/22) dan Shahiih Muslim (III/157))
[2]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/22) dan Shahiih Muslim (III/173))
[3]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/157))
[4]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/121))
[5]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/121))
[6]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/23) dan Shahiih Muslim (III/177))
[7]. Ash-Shaum karya Syaikh ‘Abdurrahman ad-Dausari, hal. 16.
[8]. Syaikh Abdurrahman ad-Dausari t secara panjang lebar telah menguraikan manfaat puasa. Demikian pula Ustadz Taufiq Sab’u. Bagi yang berminat, silakan merujuknya. Ash-Shaum (hal. 16) dan hal. 87.
[9]. Yang mengungkapkan sya’ir ini adalah al-Mutanabbi. Lihat Diiwaan Abi Thayyib oleh al-Mutanabbi, dengan syarah Abul Baqa’ al-‘Ukbari (III/287).
[10]. Ash-Shaum, karya Syaikh ad-Dausari, hal. 23.
[11]. Zaadul Ma’aad (I/320).
[12]. Lihat kitab Haakadzaa Nashuum, hal. 161 dan seterusnya.
[13]. Ma’ar Rasuul fii Ramadhaan, ‘Athiyyah Muhammad Salim (kitab ini dibe-rikan muqaddimah oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz, hal. 5).



Share:

Minggu, 18 Desember 2016

Random: Apa ya? #2

Aku tau kamu akan pergi, aku hanya tak tau akan akan secepat dan semudah ini.

Dari awal, aku sudah ikhlas. Bukan saat kamu mulai menyukai wanita lain, tapi justru sejak awal kamu datang bahkan semenjak awal kita berkenalan. Aku sudah belajar dari pengalaman, tak mudah menyukai orang hanya dari satu pihak, apalagi pihak satunya tak mau mencoba menyukai.

Aku pernah berencana menjadikanmu sebagai salah satu daftar dari masa depanku, tentu karena sikapmu di awal yang seakan bisa belajar menyukaiku. Tapi itupun masih rencana. Jika masih rencana seberapa persenpun kepastiannya, tetaplah masih wacana.

Dari sana aku mengerti, semua masih tidak pasti sebelum itu pasti.

Begitupun kamu

Setelah kita berkenalan cukup lama, aku tahu dua hal. Kita bisa berpisah, atau bisa berpasangan. Seiring berjalannya waktu, banyak kemungkinan yang akan terjadi. Masih banyak orang lain yang akan kita temui. Bisa jadi aku sebenarnya tak suka kamu, hanya merasa nyaman dengan kamu misalnya. Hanya merasa nyaman ketika berdua, bukan berarti itu cinta. Bisa jadi juga, kamu mulai menyukaiku atau juga justru menyukai orang lain.

Dan benar. Aku tau kamu akan pergi. Aku hanya tak tau akan semudah ini.

Tetapi aku tau satu hal, rasa suka-ku ke kamu itu mungkin hanya rasa nyaman bukan cinta. Karena ketika kamu pergi aku tak mengalami sakit hati sama sekali. Tau apa yang paling menyenangkan tentang kamu? Aku tidak harus berpura-pura menjadi orang lain saat bersamamu, karena kamu bahkan tak tau kalau aku suka kamu. Itu hal yang paling menyenangkan dari kamu, aku tak perlu repot menutupi rasa suka-ku yang  jarang atau bahkan tak kamu ketahui.

Seperti kata Tere Liye:

Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar

photo by: @sinasiav
Judul dan cara bertutur terinspirasi dari tulisan Namara


Jadi, apa ya?
Share:

Jumat, 16 Desember 2016

Kalau Ada Kamu

Tanpa kamu, aku masih bisa mendengarkan lagu dan bernyanyi tanpa kenal waktu. Menikmati waktu meski setelah itu kelelahan.

Tanpa kamu, aku masih bisa menonton film apapun yang aku suka entah dibioskop atau komputerku. Sambil tiduran dan bersenang-senang, sampai akhirnya ketiduran.

Tanpa kamu, aku masih bisa tertawa terbahak-bahak mendengarkan cerita lucu dari temanku atau sekedar melihat meme lucu di instagram.


Tapi mungkin aku tidak harus berusaha terlalu keras menikmati semuanya, 
Kalau ada kamu
photo by: @sinasiav
Judul dan cara bertutur terinspirasi dari tulisan Namara
Share:

Sabtu, 03 Desember 2016

Ini, (baru) untuk kamu

Sorry, I didn’t mean to offend thee!

Sebelumnya aku jelaskan alasan menulis ini. 

Aku tak masalah bila kamu sering bergosip atau bergunjing tentangku dibelakang. Itu hak kamu/kalian. Aku paham itu, aku banyak salah dari perkataan dan tingkah laku. Pun kamu.

Aku tak masalah bila temanku menganggap aku buruk. Karena seburuk apapun orang pasti ada baiknya. Tergantung cara orang melihatnya dan pandai mengikapi guncingan. Dan sungguh aku tak marah atau terganggu akan guncingan apapun.

Yang aku permasalahkan ketika orang yang dekat denganku mulai terganggu dengan omongan buruk tentangku. Atau mulai sering mempertanyakan kebenaran beritanya. Yang tentu alur ceritanya sudah berubah.
Awalnya tak masalah, sungguh. Satu persatu aku jelaskan masalahnya. Tapi lama kelamaan akhirnya membesar. Satu persatu sudah tidak percaya lagi karna kemakan omongan. Sampai sini juga aku tak mempermasalahkan ini. Anggap saja begini, yang menjauhimu artinya tidak mengenalmu dengan baik. Toh masih ada aja yang selalu bertahan bersamaku. 

Tapi apa kamu tidak merasa ini berlebihan?

Permasalah utama
Aku tegaskan ini untuk yang kesekian kali “aku tidak (sekarang) menulis status bbm/instagram/twitter/facebook/dll untuk menyindir kamu” mungkin dulu iya. Tapi sekarang tidak, setelah aku tau mungkin kamu sakit hati karnanya. Jadi berhenti seolah statusku untuk kamu

Aku nulis status jatuh cinta, kamu jadikan gosip hubunganku dengan banyak pria. Menuduh ini itu. Menyukai pria beristri. Karna gosipmu hubunganku dengan dia (pria beristri) jadi canggung. Padahal kami hanya membicarakan masalah banner dan handphone. Bagaimana itu bisa disebut cinta?

Aku nulis sedih, kamu guncingkan lagi kalo nyindir gak diajak main. Sekalipun kamu dan temanmu tak pernah sekalipun mencoba mengajakku keluar. I’m oke. Itu terserah kalian. Dan tak sekalipun aku iri dengan kebersamaan kalian. Justru aku ikut senang. 

Kamu sindir aku, juga gak apa apa. Itu hak kamu. Lakukan yang kamu mau. Tapi jangan ceritakan hal-hal negatif untuk orang yang dekat denganku. Aku juga punya hak bahagia dengan teman dan lingkunganku.

Aku tak sejahat itu. 

Apa kamu tidak lelah dengan perselisihan kita yang tanpa sebab? 

Kamu yang tiba-tiba menghindariku. Mengira aku menyindirimu. Padahal TIDAK

Aku sudah tak menyindirmu lagi, sudah lama. Lama sekali. Sudah saatnya kamu memikirkan diri sendiri. Aku sudah cukup dewasa untuk memikirkan diriku sendiri tanpa perlu bantuan.
Dan ini tulisanku yang memang untuk nyindir kamu untuk yang terakhir. Maaf kalau mungkin aku terlalu banyak membuat masalah untukmu. Ternyata jadi teman bukan hal mudah untuk kita berdua. Jadi lebih baik, kita berjalan dengan hati yang ikhlas. Maafkan segalanya, pun seperti aku selalu memaafkan dan  memahamimu mengapa melakukannya.

Be gentle, dear!
just quote, don't think too much


Share:

Selasa, 29 November 2016

10 Menit Berbahagia Kembali

ada banyak cara untuk berbahagia. sama setelah aku membaca quote dari blog namara. 


Ada momen tertentu dimana seseorang bisa merasa bosan, tidak nyaman, atau 'jatuh'. Momen yang tidak membahagiakan sama sekali. Tapi sebenarnya kita bisa membangkitkan kembali kebahagiaan kita dalam sepuluh menit atau kurang. Bagaimana caranya?


      1. Menarik napas panjang, menghembuskannya, lalu tersenyum. 
      Karena kita harus ‘tahu’ bahwa ini hanya sementara, semuanya akan berlalu. Kita akan bisa melaluinya dan kembali baik-baik saja. Selalu.

           2. Menerima, dan terus berjalan.

      “Yang memang milikmu, pasti akan menjadi milikmu.
      Yang memang bukan milikmu, pasti tidak akan menjadi milikmu.
      Dan yang memang belum waktunya datang, juga tidak akan datang 
      sekarang.
      Bagian mana yang belum kamu mengerti?”*

Hal itu membuat kita lebih yakin bahwa Allah Maha Tahu yang Terbaik. Jika sesuatu terjadi, pasti Allah mengizinkannya terjadi untuk kita pelajari apa yang ada dibaliknya.

            3. Memejamkan mata dan mengingat kembali orang-orang yang mencintai kita. 
      Yang selalu ada bersama kita dan mendukung kita. Mereka tidak ingin kita jatuh, mereka ingin kita bangun lagi. Mereka ingin kita bahagia. Jadi, kita akan membuat diri kita dan mereka berbahagia jika kita juga berbahagia.

      4. Mengingat kembali semua yang kita punyai, semua hal yang sudah kita raih, lalu mensyukurinya. 
      Tersenyum karena betapa kita sudah melalui banyak hal, yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Tapi hidup kita terus berjalan. Sudah banyak yang diberikan Tuhan kepada kita, kenapa kita mengeluhkan sedikit yang tidak diberikan Tuhan kepada kita?

      5. Mendengarkan lagu-lagu bahagia atau yang bisa membuat kita merasakan kembali bahagianya jatuh cinta. Dalam hal ini lagu setiap orang berbeda, mungkin salah satunya adalah “Love” by Nat King Cole.
   
      6. Memahami kembali bahwa mengeluh hanya selalu membuat apa pun yang kita kerjakan bertambah berat. Alih-alih menikmatinya, kita malah menambahkan beban pada hati dan batin kita. Jangan mengeluh, kerjakan saja.

      7. Menikmati apa pun yang ada sekarang ini. Jika sedang di pantai, nikmati indahnya pantai. Jika sedang menikmati teh, rasakan benar-benar kesegaran tehnya. Jika sedang membaca, perhatikan benar setiap kalimat yang dibaca. Lupakan apa pun dulu, karena yang paling penting di dunia adalah saat ini, bersama siapa pun, melakukan apa pun. Setelah ini selesai, baru dipikirkan kembali.

Apakah semuanya selalu berhasil membuat kita berbahagia kembali dalam 10 menit? Biasanya iya. Kurang dari 10 Menit malah. Tapi ada waktunya tidak, terutama ketika kita terlalu fokus pada masalahnya daripada apa saja yang bisa membuat kita berbahagia. Tapi itu hanya terjadi 1 dibanding 10 (mungkin lebih).


"Fokus kepada bahagianya, bukan kepada kejatuhannya." Ini bagian terpenting yang bisa merangkum semuanya.

*****
*SHINE ON Quote Favorit Namarappuccino

Share:

Kamis, 03 November 2016

Random: Apa ya?

Suka

Sebuah kata yang mungkin pernah di alami semua orang. aku tak terkecuali

beberapa hari ini serasa pikiran penuh, disaat lain juga kosong. perasaan juga amburadul

sedih, iya

seneng, iya

salah tingkah, iya

cemburu, iya

marah, iya

Apa ya? kayak ada yang gemesin pengen dikeluarin tapi gak pernah bisa keluar.
udah berlangsung seminngu ini, gara-gara ada yang bilang "tunggu sebentar, aku selesaiin masalah yang ini dulu"
cuma gitu? iya. kemudian banyak kepompong berubah jadi kupu-kupu.
ribuan kalimat tanya datang
nyuruh nunggu? memang dalam situasi seperti apa kita? kenapa harus aku tunggu?
seneng? banget. merasa tidak diperhatikan dalam waktu lama dan tiba-tiba dengar kata tersebut. tepatnya gemas, aku mendengar bahkan bukan dari mulutnya sendiri, dari orang yang aku sendiri tak menyangkanya. awalnya jadi guyonan lama-lama jadi merasa bersalah. apa aku terlalu menuntut kepastian? oh sungguh bukan itu maksudku.
aku menikmati setiap waktu kita, yang bertemu namun hanya tersenyum, berkata seperlunya, bahkan tak pernah kita menyelesaikan satu kalimat. tapi sungguh aku tertarik. untungnya dia tidak ramah dengan wanita lain, kalau tidak, mungkin aku sudah tersulut api, atau bahkan aku menghindar.
betapa seriusnya atau bahkan begitu pengecutnya kita.
mungkin gak ya dia salah tingkah juga? mati-matian menghindar pas ketemu, melihatnya saja membuat kakiku justru berlari menjauh, pas udah jauh nyari setengah mati.
Bertemunya saja tak setiap hari, ada rindu? bukan rindu mungkin, bingung nyari cara agar ketemu tepatnya. aku bahkan tak ingin terlihat agresif
gimana ya?
dia bermain-main atau apa ya?
kalau tak tertarik kenapa sengaja menghilang agar dicari? kenapa menyampaikan isyarat yang justru membuatku menggebu?
aku bahkan tak bisa mengobrol dengannya di sosmed. apalah kita, kontak person atau akun sosmed aja kita tak tau satu sama lain.
ah tapi sudahlah, karna aku menikmati setiap detik, setaip gelagat anehnya. kalau dibayangkan lucu.
semoga ini bukan pertanda aku mulai kesepian. sebelum-sebelumnya gak pernah kayak gini. semoga aku tidak kembali labil dan kehilangan akal pikiran.

semoga kelak diantara kita ada yang berani menyapa terlebih dahulu, gak apa apa kalau saling menyapa saat rasa gemas ini sudah pudar. karna aku sangat tertarik pada setiap kata yang keluar darinya, ingin berucap banyak tapi kaki dan mata tak kuat untuk singgah. semoga kelak dia juga lebih berani. aku juga sangat menikmati senyum itu

ah, aku kembali labil

tapi, apa ya?


Share:

Jumat, 14 Oktober 2016

Teman, Kita

Ada dua orang yang tak pernah sabar menunggu pagi. Keduanya ingin selalu bertemu tiap harinya, untuk saling bercakap betapa bencinya kepada malam yang artinya perpisahan, atau juga percakapan mengenai bosan ketika tak menghabis waktu bersama.

Menyenangkan

Dua orang itu juga selalu menjadi perhatian teman-temannya. Mereka menggoda bahkan menjodohkan keduanya. Wajar saja, keduanya punya kesukaan yang sama, lebih banyak menghabiskan waktu berdua daripada dengan teman lainnya.

Teman kita bercerita

Dua orang itu pernah saling mencintai, bahkan lebih dari cinta. Keduanya saling mengagumi,  saling mengerti satu sama lain selayaknya dua merpati yang kemanapun selalu berdua. Tapi keduanya tidak ada yang berani mengatakannya. Itu berlangsung lama. Terlalu lama. Lama sekali.

Sampai salah satu bosan menunggu, dan satu lagi masih takut kalau satunya tidak memiliki perasaan yang sama. Lantas memilih untuk berpisah tanpa drama. Saling jatuh cinta tetapi tidak pernah bersama.


Kata teman-teman, dua orang itu kita.



Adapted by Namara
Share:

Sabtu, 01 Oktober 2016

Jodoh Oh Jodoh

Orang- orang bertanya ketika satnite atau hari minggu, aku menghabiskan waktu dengan siapa. Dengan cengengesan aku menjawab, “tidak dengan siapa-siapa”. Lalu sebagian orang-orang seolah memasang wajah tidak percaya, dan sebagian lagi justru memandangiku dengan sedih, seakan aku pasti merana dan kesepian karena tidak punya pasangan, ditambah dengan usiaku yang mulai beranjak mendekati seperempat abad ini.

Tapi sungguh itu sebuah kesalahan. Aku tidak sedih sama sekali. Aku memang sendiri, tapi tidak pernah kesepian karena aku masih punya banyak kegiatan yang bisa kulakukan. Aku sendiri bukan karena tidak punya pasangan tapi aku hanya merasa lebih baik sekarang sendiri dulu. Bukankah lebih baik sendiri daripada bersama orang yang tidak kita cintai?

Bukan cinta namanya apabila kita bersama dengan orang hanya karena kita tak mau sendiri. Menerima seseorang hanya karena takut sendirian. Tapi itu bukan aku. Dan sesungguhnya aku tak pernah menerima seseorang hanya karena aku takut sendiri atau karena agar ada teman untuk diajak kondangan atau juga karena takut di olok-olok teman karena masih jomblo aja. Aku selalu menerima karena memang aku tertarik.

Hidup sendiri memang terkadang sangat sulit, karena kita butuh orang lain untuk bertukar pikiran maupun membutuhkan bantuan. Tapi tenang, itu bukanlah akhir dirimu. Malah ketika aku sendiri seperti ini aku justru sedang enak-enaknya intropeksi diri. Ada banyak hal yang membuatku lebih dewasa, lebih mandiri, dan tepatnya lebih banyak perbaikan diri mulai dari perbaiki ibadah dan kerja. Seperti yang kalian ketahui ketika kita memutuskan untuk menjalin hubungan akan ada banyak waktu yang terbuang, untuk telfonan, untuk pacaran, belum juga untuk merayakan hari special bersama. Nah, ketika aku sendiri aku merasa lebih banyak waktu untuk memperbaiki diri dan lebih dekat dengan keluarga yang sebelumnya sangat jarang aku lakukan.

Aku sangat hati-hati dalam menulis tulisan ini sebelumnya, karena aku takut justru mengarah ke arah menganjurkan “nikah dulu, pacaran kemudian”, sesungguhnya aku juga ingin nikah dulu baru pacaran. Yah tapi jiwa mudaku sering mengajak ke arah lain (kalian taulah maksudnya), jadi daripada aku menjilat omongan sendiri lebih aku tidak usah membahas itu.

Lanjut..

Namanya cinta apa bisa dipaksakan? Sekalipun aku wanita dan sudah mendekati umur 25an lantas harus cepat-cepat memiliki pasangan? Itu juga tidak benar. Aku akan tetap memilih sendiri dan menunggu waktu yang tepat untuk cinta yang benar (ceileh cinta yang benar)

Akhir cerita,
Aku orang yang keras kepala dan kekeuh pada pendirian. Orang boleh mengolok-olok jomblo lah ini lah, pilah pilih lah, kebanyakan kriteria lah. Bodo amat. Pasangan itu digunakan untuk seumur hidup, kalau salah pilih, hidup kita akan rugi seumur hidup pula. Jangan karena takut sendiri dan karena omongan orang jadi merubah hidupmu. Aku juga tidak pernah menyesal karena memilih sendiri saat ini. Aku juga masih bisa dengan bebasnya teriak “ada cowok ganteng” “pangeran Lee young <3 <3 <3” “!@#$$%^&*()”

Jodoh itu gak usah di buru-buru, dia akan datang sesuai waktunya.

Kapan?
Doa jawabannya. 

Bye


Share:

Senin, 14 Maret 2016

Tak serumit ini

Selamat malam manis, Aku sedang ingin mengajakmu berbasa-basi tentang perasaan

Pertemuan kita, kedekatan hingga hubungan rumit kita ini juga karna perasaan bukan? Aku tak pandai mngertikan perasaan, mungkin tak sepandai kamu. Apa kamu pernah bertanya tentang perasaanmu padaku? Ketika kamu mengaku sadar tentang perasaanmu, langkah selanjutnya yang kamu lakukan adalah “mengungkapkannya”, itupun jika kamu sudah siap menanggung segala resikonya. Seperti aku sekarang menulis ini, aku siap menanggung resiko dari tulisanku, toh aku juga sudah sering kamu acuhkan

Entah ini semua dimulai darimana, bukankah kamu sudah tau kalau aku suka menulis? Entah karena efek jatuh cinta atau apalah, aku rasa setiap yang aku tulis selalu membuatmu merasa “itu kamu” termasuk tulisan ini mungkin. Tapi ketahuilah, aku mungkin saja seorang pujangga, yang mengumbar banyak cinta tapi juga entah untuk siapa, atau juga bahkan bukan untuk siapa-siapa. Dari itulah, semenjak itu aku jarang mengunggah apapun yang berasa cinta, aku takut dikira “pemberi harapan”. Ah ejekan itu pernah dilontarkan kepadaku. Entahlah aku baru pindah ketempat ini, dan suasana disini sangatlah berbeda. Semua yang aku tulis seolah menyindir semua orang. You never know, ini gak nyaman. Mungkin ini berawal dari kamu membalas setiap tulisanku.

Perasaan itu bukan sesuatu yang mudah dimengerti, sayang

Bahkan, kamu mungkin salah mengartikan perasaanmu sebagai “cinta atau sayang”

Kita mungkin sama-sama pernah mendengar, “kejarlah cintamu” yang selalu menayangkan sosok seseorang yang bersusah payah meraih cintanya, disitulah sosok gagah berani sangat menjadi idola kaula muda. Namun pernahkah ditayangkan sosok yang dikejar cintanya? Apakah mereka tau bagaimana perasaan orang itu? Mau membuka hati, tapi sedang tak ingin bercinta. Mau nolak dan menjauh, tapi takut gak punya teman. Ah repotnya. Cinta itupun bukan belas kasihan sayang, kalau tak suka ya sudah.

Artikan tolakannya dengan pemikiran dewasa. Anggaplah begini, aku tak suka kacang, bukan berarti karena bentuk kacang yang jelek tapi karena allergen.  allergen bisa menyebabkan kematian loh. Sama halnya dengan cinta, mungkin dia baru patah hati. Hati mana yang patah bisa segera sembuh? Nah kalau dipaksa, bagaimana kalau dia tak nyaman kemudian gagal hati, nah kan.

Ingatlah, jangan memprioritaskan berdasar apa yang kamu rasakan.

Kamu tak tahu bagaimana sulitnya bilang “hehe, bukan mbak. Saya bukan pacarnya” atau “loh itu bukan untuk dia” atau juga “pulang sendiri pak”. Sedangkan setelah itu dengan mudahnya kamu memberi kode-kode untuk orang dengan setiap tingkah konyolmu. Misalnya meletakkan sesuatu over sweet di sepatuku, maybe.

Tak baik sayang membiarkan cinta berkembang begitu liar. Lama-lama akarnya akan menghabiskan pikiranmu. Kamu mungkin dengan tak sengaja bersikap diluar kemampuanmu. Merasa memiliki, merasa serba harus tahu pada apapun yang dia lakukan.

Dear, dikepoin itu tak seenak yang kamu tau. Risih mungkin begitu. Setiap dia jalan dengan cowok lain yang juga hanya teman, lalu kamu cemburu,. Dia berhubungan dengan cowok yang juga hanya teman, kamu terbakar. Lalu akhirnya kamu mulai menggila dengan ingin selalu tau apapun yang dia kerjakan. Ah, cinta janganlah seperti itu di usia yang tak lagi belia seperti kita. Pembawaanmu yang terlampau melebihkan perasaan itu sering mebuatmu tergelincir. Misal, si dia gak suka dengan caramu memperlakukannya, dan timbul masalah, karna kamu sudah terbawa perasaan yang kamu ada-adakan justru mebuat masalah kecil ini menjadi masalah besar.  Bukankah kalau hanya berteman, ngambek dan marah masalah biasa? Kenapa kamu terlalu emosional?

Percayalah, kamu sekarang dalam kondisi tidak stabil. Kamu jadi brutal dan tak terkendali sayang. Bangunlah, kembalilah seperti dulu. Teman yang selalu menyenangkan.

Ayolah, berhenti merengek. Tuhan memilihmu merasakan ini semua, agar kamu belajar ikhlas dan tau bagaimana bersikap lebih dewasa lagi.

Sayang, aku hanya ingin menyampaikan, hargai perasaan orang yang kamu sukai. Tanyai dia dengan baik, “apa caraku salah?” “Apa caraku terlalu berlebihan?” “apa kamu tidak nyaman dengan semua ini?” “bagaimana agar kita nyaman kembali?”. Bukankah cinta selalu membuat satu sama lain nyaman?

Aku tahu, tulisanku pasti membuatmu sedikit terluka. Tapi ketahuilah, aku juga terluka karna kehilangan teman baikku. Tak apa kamu marah, karna ini cara terbaikku memberitahumu. Aku tak pandai berkata, aku hanya ingin bisa lebih leluasa berteman dengan siapapun lagi, tanpa dengar ucapan mereka “dia gebetannya si …” “dia udah ada yang punya”. Apalah itu, mencintai bukan harus membuat semua hubungan jadi serumit ini sayang.

Mulai besok pagi ketika kamu terbangun. Berbahagialah kembali, akan ada lebih banyak kasih sayang diluar sana yang menantimu. Daripada merenungi gadis nyinyir ini. Tak perlu sampaikan maaf. Karena kita berdua tak ada yang salah. Sempat ucapkan “Hai manis”, kalau kita bertemu, atau kembali lagi diamkan saja.

Penutupnya adalah ayolah kita berteman kembali, perasaan jangan mempengaruhi hubungan kita ini. aku tak berniat menyakiti siapapun, begitu pula kamu kan? jadi jangan libatkan perasaanmu yang justru membuatmu terluka sendiri. kalau ada orang bilang "apakah wanita dan pria bisa menjadi teman dekat tanpa ada perasaan diantara mereka?" jawab dengan lantang, TIDAK. tapi bagaimana cara kita memilah perasaan itu, dan mengendalikannya tentunya.

Salam sayang
Share: