Sabtu, 03 Desember 2016

Ini, (baru) untuk kamu

Sorry, I didn’t mean to offend thee!

Sebelumnya aku jelaskan alasan menulis ini. 

Aku tak masalah bila kamu sering bergosip atau bergunjing tentangku dibelakang. Itu hak kamu/kalian. Aku paham itu, aku banyak salah dari perkataan dan tingkah laku. Pun kamu.

Aku tak masalah bila temanku menganggap aku buruk. Karena seburuk apapun orang pasti ada baiknya. Tergantung cara orang melihatnya dan pandai mengikapi guncingan. Dan sungguh aku tak marah atau terganggu akan guncingan apapun.

Yang aku permasalahkan ketika orang yang dekat denganku mulai terganggu dengan omongan buruk tentangku. Atau mulai sering mempertanyakan kebenaran beritanya. Yang tentu alur ceritanya sudah berubah.
Awalnya tak masalah, sungguh. Satu persatu aku jelaskan masalahnya. Tapi lama kelamaan akhirnya membesar. Satu persatu sudah tidak percaya lagi karna kemakan omongan. Sampai sini juga aku tak mempermasalahkan ini. Anggap saja begini, yang menjauhimu artinya tidak mengenalmu dengan baik. Toh masih ada aja yang selalu bertahan bersamaku. 

Tapi apa kamu tidak merasa ini berlebihan?

Permasalah utama
Aku tegaskan ini untuk yang kesekian kali “aku tidak (sekarang) menulis status bbm/instagram/twitter/facebook/dll untuk menyindir kamu” mungkin dulu iya. Tapi sekarang tidak, setelah aku tau mungkin kamu sakit hati karnanya. Jadi berhenti seolah statusku untuk kamu

Aku nulis status jatuh cinta, kamu jadikan gosip hubunganku dengan banyak pria. Menuduh ini itu. Menyukai pria beristri. Karna gosipmu hubunganku dengan dia (pria beristri) jadi canggung. Padahal kami hanya membicarakan masalah banner dan handphone. Bagaimana itu bisa disebut cinta?

Aku nulis sedih, kamu guncingkan lagi kalo nyindir gak diajak main. Sekalipun kamu dan temanmu tak pernah sekalipun mencoba mengajakku keluar. I’m oke. Itu terserah kalian. Dan tak sekalipun aku iri dengan kebersamaan kalian. Justru aku ikut senang. 

Kamu sindir aku, juga gak apa apa. Itu hak kamu. Lakukan yang kamu mau. Tapi jangan ceritakan hal-hal negatif untuk orang yang dekat denganku. Aku juga punya hak bahagia dengan teman dan lingkunganku.

Aku tak sejahat itu. 

Apa kamu tidak lelah dengan perselisihan kita yang tanpa sebab? 

Kamu yang tiba-tiba menghindariku. Mengira aku menyindirimu. Padahal TIDAK

Aku sudah tak menyindirmu lagi, sudah lama. Lama sekali. Sudah saatnya kamu memikirkan diri sendiri. Aku sudah cukup dewasa untuk memikirkan diriku sendiri tanpa perlu bantuan.
Dan ini tulisanku yang memang untuk nyindir kamu untuk yang terakhir. Maaf kalau mungkin aku terlalu banyak membuat masalah untukmu. Ternyata jadi teman bukan hal mudah untuk kita berdua. Jadi lebih baik, kita berjalan dengan hati yang ikhlas. Maafkan segalanya, pun seperti aku selalu memaafkan dan  memahamimu mengapa melakukannya.

Be gentle, dear!
just quote, don't think too much


Share:

0 komentar:

Posting Komentar