Kamis, 03 November 2016

Random: Apa ya?

Suka

Sebuah kata yang mungkin pernah di alami semua orang. aku tak terkecuali

beberapa hari ini serasa pikiran penuh, disaat lain juga kosong. perasaan juga amburadul

sedih, iya

seneng, iya

salah tingkah, iya

cemburu, iya

marah, iya

Apa ya? kayak ada yang gemesin pengen dikeluarin tapi gak pernah bisa keluar.
udah berlangsung seminngu ini, gara-gara ada yang bilang "tunggu sebentar, aku selesaiin masalah yang ini dulu"
cuma gitu? iya. kemudian banyak kepompong berubah jadi kupu-kupu.
ribuan kalimat tanya datang
nyuruh nunggu? memang dalam situasi seperti apa kita? kenapa harus aku tunggu?
seneng? banget. merasa tidak diperhatikan dalam waktu lama dan tiba-tiba dengar kata tersebut. tepatnya gemas, aku mendengar bahkan bukan dari mulutnya sendiri, dari orang yang aku sendiri tak menyangkanya. awalnya jadi guyonan lama-lama jadi merasa bersalah. apa aku terlalu menuntut kepastian? oh sungguh bukan itu maksudku.
aku menikmati setiap waktu kita, yang bertemu namun hanya tersenyum, berkata seperlunya, bahkan tak pernah kita menyelesaikan satu kalimat. tapi sungguh aku tertarik. untungnya dia tidak ramah dengan wanita lain, kalau tidak, mungkin aku sudah tersulut api, atau bahkan aku menghindar.
betapa seriusnya atau bahkan begitu pengecutnya kita.
mungkin gak ya dia salah tingkah juga? mati-matian menghindar pas ketemu, melihatnya saja membuat kakiku justru berlari menjauh, pas udah jauh nyari setengah mati.
Bertemunya saja tak setiap hari, ada rindu? bukan rindu mungkin, bingung nyari cara agar ketemu tepatnya. aku bahkan tak ingin terlihat agresif
gimana ya?
dia bermain-main atau apa ya?
kalau tak tertarik kenapa sengaja menghilang agar dicari? kenapa menyampaikan isyarat yang justru membuatku menggebu?
aku bahkan tak bisa mengobrol dengannya di sosmed. apalah kita, kontak person atau akun sosmed aja kita tak tau satu sama lain.
ah tapi sudahlah, karna aku menikmati setiap detik, setaip gelagat anehnya. kalau dibayangkan lucu.
semoga ini bukan pertanda aku mulai kesepian. sebelum-sebelumnya gak pernah kayak gini. semoga aku tidak kembali labil dan kehilangan akal pikiran.

semoga kelak diantara kita ada yang berani menyapa terlebih dahulu, gak apa apa kalau saling menyapa saat rasa gemas ini sudah pudar. karna aku sangat tertarik pada setiap kata yang keluar darinya, ingin berucap banyak tapi kaki dan mata tak kuat untuk singgah. semoga kelak dia juga lebih berani. aku juga sangat menikmati senyum itu

ah, aku kembali labil

tapi, apa ya?


Share:

0 komentar:

Posting Komentar