Orang-
orang bertanya ketika satnite atau hari minggu, aku menghabiskan waktu dengan
siapa. Dengan cengengesan aku menjawab, “tidak dengan siapa-siapa”. Lalu sebagian
orang-orang seolah memasang wajah tidak percaya, dan sebagian lagi justru
memandangiku dengan sedih, seakan aku pasti merana dan kesepian karena tidak
punya pasangan, ditambah dengan usiaku yang mulai beranjak mendekati seperempat
abad ini.
Tapi
sungguh itu sebuah kesalahan. Aku tidak sedih sama sekali. Aku memang sendiri,
tapi tidak pernah kesepian karena aku masih punya banyak kegiatan yang bisa
kulakukan. Aku sendiri bukan karena tidak punya pasangan tapi aku hanya merasa
lebih baik sekarang sendiri dulu. Bukankah lebih baik sendiri daripada bersama
orang yang tidak kita cintai?
Bukan cinta namanya apabila kita bersama dengan orang hanya
karena kita tak mau sendiri. Menerima seseorang hanya karena takut sendirian. Tapi
itu bukan aku. Dan sesungguhnya aku tak pernah menerima seseorang hanya karena
aku takut sendiri atau karena agar ada teman untuk diajak kondangan atau juga
karena takut di olok-olok teman karena masih jomblo aja. Aku selalu menerima
karena memang aku tertarik.
Hidup sendiri memang terkadang sangat sulit, karena kita
butuh orang lain untuk bertukar pikiran maupun membutuhkan bantuan. Tapi tenang,
itu bukanlah akhir dirimu. Malah ketika aku sendiri seperti ini aku justru
sedang enak-enaknya intropeksi diri. Ada banyak hal yang membuatku lebih
dewasa, lebih mandiri, dan tepatnya lebih banyak perbaikan diri mulai dari
perbaiki ibadah dan kerja. Seperti yang kalian ketahui ketika kita memutuskan
untuk menjalin hubungan akan ada banyak waktu yang terbuang, untuk telfonan,
untuk pacaran, belum juga untuk merayakan hari special bersama. Nah, ketika aku
sendiri aku merasa lebih banyak waktu untuk memperbaiki diri dan lebih dekat
dengan keluarga yang sebelumnya sangat jarang aku lakukan.
Aku sangat hati-hati dalam menulis tulisan ini sebelumnya,
karena aku takut justru mengarah ke arah menganjurkan “nikah dulu, pacaran
kemudian”, sesungguhnya aku juga ingin nikah dulu baru pacaran. Yah tapi jiwa
mudaku sering mengajak ke arah lain (kalian taulah maksudnya), jadi daripada
aku menjilat omongan sendiri lebih aku tidak usah membahas itu.
Lanjut..
Namanya cinta apa bisa dipaksakan? Sekalipun aku wanita dan
sudah mendekati umur 25an lantas harus cepat-cepat memiliki pasangan? Itu juga
tidak benar. Aku akan tetap memilih sendiri dan menunggu waktu yang tepat untuk
cinta yang benar (ceileh cinta yang benar)
Akhir cerita,
Aku orang yang keras kepala dan kekeuh pada pendirian. Orang boleh
mengolok-olok jomblo lah ini lah, pilah pilih lah, kebanyakan kriteria lah. Bodo
amat. Pasangan itu digunakan untuk seumur hidup, kalau salah pilih, hidup kita
akan rugi seumur hidup pula. Jangan karena takut sendiri dan karena omongan
orang jadi merubah hidupmu. Aku juga tidak pernah menyesal karena memilih
sendiri saat ini. Aku juga masih bisa dengan bebasnya teriak “ada cowok ganteng”
“pangeran Lee young <3 <3 <3” “!@#$$%^&*()”
Jodoh itu gak usah di buru-buru, dia akan datang sesuai
waktunya.
Kapan?
Doa jawabannya.
Bye
0 komentar:
Posting Komentar