Rabu, 08 Mei 2013

asteraceae


1.      Latar Belakang
Indonesia dengan dengan iklim tropis memiliki kekayaan alam yang sangat tidak ternilai harganya dan merupakan tempat yang banyak sesuai untuk ditanami berbagai macam tanaman, salah satunya adalah tanaman famili asteracea. Tumbuhan famili asteraceae adalah jenis tanaman yang paling banyak dijumpai di Indonesia.
Asteraceae memiliki sekitar 1.620 marga dan lebih dari 23.600 spesies, merupakan keluarga terbesar tanaman berbunga (Stevens, 2001). Mayoritas spesies Asteraceae adalah herba, namun kebanyakan dari famili ini didasari oleh semak. Anggota dari famili tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai tumbuhan penghasil minyak, bahan pemanis dan bisa dibuat teh. Beberapa anggota dari famili ini terkenal sebagai hortikultura di seluruh dunia termasuk jenis zinnias, marigold, dahlia, dan krisan (Rieseberg et al., 2003).
Bunga krisan (Chrysanthymum sp) merupakan famili asteraceae yang sering dibudidayakan sebagai tanaman hias maupun sebagai bunga potong yang sangat disenangi konsumen di Indonesia, karena keindahannya dan termasuk salah satu komoditi utama tanaman hias disamping mawar, anggrek dan gladiol. Keragaman bentuk, warna dan mudah dirangkai serta memiliki kesegaran bunga cukup lama, bisa bertahan sampai 3 minggu.
Secara umum sifat fisik dari famili Asteraceae termasuk tumbuhan herba, perdu atau tumbuhan-tumbuhan memanjat, dengan daun tersebar atau berhadapan, tunggal. Bunga dalam bongkol kecil dengan daun pembalut, sering dalam satu bongkol yang sama terdapat dua macam bunga, yaitu bunga cakram berbentuk tabung dan bunga tepi berbetuk pita. Bunga tepi terdapat dalam satu lingkaran atau lebih. Semua bunga bisa juga berbetuk tabung, atau bisa seluruhnya berbentuk pita. Daun pelindung dari bunga tersendiri kadang-kadang seperti sisik jerami. Bunga beraturan atau setangkup tunggal dengan kelopak yang umumnya sangat tidak jelas. Mahkota berdaun lepas benang sari berada dalam tabung mahkota. Bakal buah tenggelam dengan satu bakal biji. Tangkai putik satu, kebanyakan dengan dua kepala putik. Buah  keras berbiji satu. Biji umumnya tumbuh bersatu dengan kulit buah.

2.        Tujuan
Dari uraian di atas dapat diketahui tujuan dari makalah ini yaitu:
1.    Mengetahui kateristik dari setiap spesies famili asteraceae yang ditemukan
2.    Mengetahui ciri morfologi dari setiap spesies famili asteraceae yang ditemukan
3.    Mengetahui manfaat dari setiap spesies famili asteraceae yang ditemukan.

3.        Manfaat Penulisan
Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu menambah wawasan dan informasi mengenai jenis-jenis tanaman dari famili asteraceae dibeberapa tempat di malang.


Tabel Pengamatan

1.1 Tabel Batang 
    Tumbuhan
Hal 
A.  conzoydes
C.  indicum
C. morifolium
C. daisy
C. chinensis
Perawakan
Semak , tinggi ±  60 cm
Semak, tinggi ± 70 cm
Semak , tinggi ±  60 cm
Semak, tinggi ± 50 cm
Semak, tinggi ± 30 cm
Bentuk irisan melintang
Berbentuk bulat
Berbentuk bulat
Berbentuk bulat
Berbentuk bulat
Berbentuk bulat
Permukaan
Kasar dan berambut halus
Kasar
Kasar
Kasar
Kasar
Arah tumbuh batang
Tegak
Tegak
Tegak
Tegak
Tegak
 















1.2    Tabel Daun
            Daun
Hal  
A.  conzoydes
C.  indicum
C. morifolium
C. daisy
C. chinensis
Tata letak
Berhadapan
Berhadapan
Berhadapan
Berhadapan
Berhadapan
Kelengkapan daun
Daun bertangkai
Daun bertangkai
Daun bertangkai
Daun bertangkai
Daun bertangkai
Bentuk irisan melintang
Bulat
Bulat
Bulat
Bulat
Bulat
Bangun daun
bulat telur hingga belah ketupat
Belah ketupat
Belah ketupat
Lonjong
Lanset
Ujung
Runcing
Runcing
Runcing
Runcing
Runcing
Pangkal
Bundar
Membulat
Membulat
Membulat
Runcing
Tepi
Bergerigi  
Bertoreh
Bertoreh
Bertoreh
Rata
Pertulangan
Menyirip  
Menyirip 
Menyirip 
Menyirip 
Menyirip 


1.3    Tabel Bunga
          Bunga
Hal
A.  conzoydes
C.  indicum
C. morifolium
C. daisy
C. chinensis
Tipe perbungaan
Majemuk
Majemuk
Majemuk
Majemuk
Majemuk
Kelengkapan bunga
Planta monoecius
Planta monoecius
Planta monoecius
Planta monoecius
Planta monoecius
Andresium
Benang sari berbekas banyak
Benang sari berbekas banyak
Benang sari berbekas banyak
Benang sari berbekas banyak
Benang sari berbekas banyak




DESKRIPSI
1.        Ageratum conzoydes












Kerajaan   : Plantae
Divisi        : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo         : Asterales
Famili       : Asteraceae
Genus       : Ageratum
Spesies     : A. conyzoides
A.conyzoides atau yang lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai bandotan merupakan tumbuhan liar tetapi lebih dikenal sebagai tanaman penganggu (gulma). Umumnya tanaman ini tumbuh liar bersama alang-alang, dapat ditemukan di pekarangan rumah, tepi jalan atau selokan, bahkan di kebun atau di ladang. Tumbuhan ini disebut bandotan karena bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing.
Morfologi:
1.      Perawakan
Merupakan tanaman semak yang berbatang keras.
2.      Akar
Akar Babandotan(Ageratum conyzoides L.) merupakan sistem perakaran tunggang. Akar babandotan memiliki panyak percabangan. Akar babandotan memliki warna coklat keputih-putihan. Akar babandotan tidak lagi memiliki rambut-rambut halus seperti pada batangnya. Akar babandotan keluar dari pangkal batang yang tegak dan kadang terbaring.
3.      Batang
Batang bandotan tumbuh tegak dan bercabang. Batang babandotan membentuk cabang, pada batang daun tumbuh berhadapan, pada ketiak daun tumbuh tunas yang membentuk cabang dengan satu atau banyak kuntum bunga majemuk yang terletak di ujung. Tinggi bandotan mencapai 30-90 cm. Batangnya bulat berambut halus.
4.      Daun
Daun Bandotan merupakan daun bertangkai, berbentuk daun bulat telur hingga belah ketupat. Bagian pangkal helai daun berbentuk bundar atau sedikit meruncing menyerupai belah ketupat, sedangkan ujung helai daun berbentuk runcing atau agak tumpul, ukuran helai daun panjangnya 2-10 cm dan lebarnya 0,5-5 cm, berambut halus, tepi daun bergigi atau berombak. Daun-daun bandotan ini saling berhadapan.
5.      Bunga
Bunga bandotan termasuk bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, yang keluar dari ujung tangkai dan berwarna putih. Dalam satu kelompok terdiri dari tiga atau empat kepala bunga. Masing-masing kepala bunga tumbuh pada tangkai sendiri. Terdidi dari 60-75 bunga yang tersusun dalam daun pembalut, bentuknya menyerupai mangkok, mahkota lima berwarna putih atau lembayung.
6.      Buah
Buah bandotan termasuk ke dalam buah keras. Buah bandotan berbentuk persegi lima yang runcing. Buah bandotan memiliki rambut sisik berwarna putih dan bentuknya kecil. Buahnya memiliki warna hitam/berwarna hitam dengan  panjangnya sekitar 2-3,5 mm.


2.        Chrysanthemum indicum








Klasifikasi :
Regnum                : Plantae
Divisio                  : Spermatophyta
Sub Divisio          : Angiospermae
Kelas                    : Dicotyledoneae
Sub Kelas             : Sympetalae
Bangsa                 : Campanulatae (Asterales, Synandrae)
Famili                   : Asteraceae
Genus                   : Chrysanthemum 
Spesies                 : C. indicum L. (Pyrethrum indicum Cass)

Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning).
Morfologi:
1.         Perawakan
Merupakan tanaman semak yang berbatang keras.
2.         Akar
Akar C. indicum merupakan sistem perakaran serabut. Akarnya memiliki panyak percabangan, berwarna coklat keputih-putihan.
3.         Batang
Batang C. indicum tumbuh tegak, berbentuk bulat dengan sedikit bercabang. Permukaan kasar dan berwarna hijau. Batang pada krisan berstruktur lunak namun ketika sudah tua batangnya bisa menjadi keras.
4.         Daun
Daun C. indicum merupakan daun tunggal, berseling berhadapan. Bentuk  daunnya lonjong dengan ujung runcing dan pangkal membulat. Tepi daun bertoreh, panjang daun sekitar 7-13 cm, lebar 3-6 cm. Daun C. indicum ini berdaun tebal, pertulangan daun menyirip dengan  permukaan kasar dan berwarna hijau.
5.         Bunga
Bunga C. indicum termasuk bunga majemuk, berbentuk cawan dan terletak di ketiak daun atau di ujung batang. Kelopak bunga berbentuk cawan dengan ujung runcing berwarna hijau. Benang sari dan putik halus, berkumpul di  tengah bunga. Mahkota bunga berbentuk lonjong, lepas, panjang sekita 3-8 mm, dan berwarna kuning.
Bunga dari C. indicum berbentuk pompom yaitu ditandai dengan mahkota bunga yang mengarah kesemua arah dan berlapis-lapis sehingga berbentuk melingkar. Pada krisan bentuk ini piringan dasar bunganya tidak tampak karena tertutup dengan mahkota yang banyak.
6.         Buah
Buah yang dihasilkan dari proses penyerbukan berisi banyak biji. Biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman secara generatif. Biji krisan berukuran kecil dan berwarna cokelat sampai hitam.



3.        Chrysanthemum morifolium










Kingdom              : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi                    : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub-divisi             : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas                    : Dycotiledonae (biji berkeping dua)
Ordo                     : Asterales
Famili                   : Asteraceae
Genus                   : Chrysanthemum
Spesies                 : C. morifolium
C. morifolium atau yang biasa dikenal dengan seruni ini memiliki ciri khas yaitu bentuk bunga yang besar dan berwarna putih.
Morfologi:
1.      Perawakan
Perawakan dari C. morifolium ini berupa tanaman semak dengan tinggi sekitar 50-100 cm.
2.      Akar
Pada C. morifolium mempunyai akar serabut
3.      Batang
Batang tanaman krisan tumbuk tegak, berstruktur lunak dan berwarna hijau. Bila dibiarkan tumbuh terus, batang menjadi keras (berkayu) dan berwarna hijau kecokelat-cokelatan.
4.      Daun
Daun C. morifolium berupa daun tunggal, berseling, berbentuk lonjong, dengan ujung runcing, pangkal membulat, tepi bertoreh. Panjang daun sekitar 7-13 cm, lebar 5-10 cm dengan pertulangan menyirip. Daun berdaging tebal, permukaan kasar, dan berwarna hijau.
5.      Bunga
           Bunga dari C. morifolium ini merupakan bunga besar, karena ukuran bunga yang besar. Satu kuntum
          bunga bentuk besar akan tumbuh pada tiap tangkai bunga dan piringan dasar bunga pada bentuk
           besar ini tidak tampak karena tertutup dengan mahkota bunga yang bentuknya bervariasi.
6.      Buah
           Buah berbentuk lonjong berukuran kecil dan ditutupi selaput buah


4.        Chrysanthemum daisy










Klasifikasi :
Regnum                : Plantae
Divisio                  : Spermatophyta
Sub Divisio          : Angiospermae
Kelas                    : Dicotyledoneae
Sub Kelas             : Sympetalae
Bangsa                 : Campanulatae (Asterales, Synandrae)
Famili                   : Asteraceae
Genus                   : Chrysanthemum 
Spesies                 : C.  daisy
1.         Perawakan
Perawakan dari tumbuhan ini berupa semak dengan tinggi sekitar 40 cm.
2.         Akar
Perakaran tanaman krisan dapat menyebar kesemua arah pada kedalaman 30 cm – 40 cm.
3.         Bunga
Bunga krisan tumbuh tegak pada ujung tanaman dan tersusun dalam tangkai (tandan) berukuran pendek sampai panjang. Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standar. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 sampai 20 kumtum bunga berukuran kecil. Sedangkan jenis standar pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. Selain itu kalangan floriskulturis juga membedakan bentuk bunga krisan dalam lima macam (golongan), yaitu bentuk tunggal, anemone, pompon, dekoratif dan bunga besar.

4.         Daun
Daun pada tanaman krisan merupakan ciri khas dari tanaman ini. Bentuk daun tanaman krisan yaitu bagian tepi bercelah atau bergerigi, tersusun berselang-seling pada cabang atau batang.
5.         Buah dan biji
Buah yang dihasilkan dari proses penyerbukan berisi banyak biji. Biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman secara generatif. Biji krisan berukuran kecil dan berwarna cokelat sampai hitam



5.        Callistepus chinensis

 






Klasifikasi :
Regnum                : Plantae
Divisio                  : Spermatophyta
Sub Divisio          : Angiospermae
Kelas                    : Dicotyledoneae
Sub Kelas             : Sympetalae
Bangsa                 : Asterales
Famili                   : Asteraceae
Genus                   : Callistephus
Spesies                 : C. chinensis
C. chinensis merupakan famili dari asteraceae yang berasal dari cina. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan tahunan.
1.         Perawakan
Perawakan dari C. chinensis ini berupa tanaman semak dengan tinggi sekitar 10-30 cm.
2.         Akar
Pada C. chinensis mempunyai sistem perakaran serabut.
3.         Batang
Batang tanaman ini arah percabangan tegak keatas dengan banyak percabangan, berstruktur lunak dan berwarna hijau.
4.         Daun
Daun C. chinensis berupa daun tunggal, berhadapan, berbentuk lanset dengan ujung runcing dan pangkal runcing, tepi daun rata. Panjang daun sekitar 7-13 cm dengan pertulangan menyirip.

5.         Bunga
Bunga dari C. chinensis ini merupakan bunga besar, karena ukuran bunga yang besar. Satu kuntum bunga bentuk besar akan tumbuh pada tiap tangkai bunga dan piringan dasar bunga pada bentuk besar ini tidak tampak karena tertutup dengan mahkota bunga yang bentuknya bervariasi.




MANFAAT

1.        Ageratum conzoydes
Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat sakit telinga tengah akibat radang, luka berdarah, bisul dan eksim, rematik dan bengkak karena keseleo, pendarahan rahim, sariawan, dan bengkak karena memar, sakit tenggorokan, perut kembung, mulas dan muntah.
2.        Chrisanthemum indicum
Bunga krisan pada sebagian masyarakat digunakan sebagai obat sakit bengkak pada mata dan untuk obat luka.
3.        Chrisanthemum morifolium
Bunga krisan putih ini biasanya digunakan sebagai obat luka dan obat sakit bengkak ketika luka atau keseleo.
4.        Chrisanthemum daisy
Tumbuhan ini biasanya digunakan untuk mengobati influenza, obat sakit tenggorokan, obat luka, obat penurun panas dan obat bengkak.
5.        Callistepus chinensis
Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat radang, luka berdarah, bisul dan eksim, rematik dan bengkak karena keseleo, sariawan, dan bengkak karena memar, sakit tenggorokan, perut kembung.


SEBARAN
Pola penyebaran dari tumbuhan famili Asteraceae ini biasanya berada pada daerah subtropis sampai daerah tropis. Tumbuhan ini hidup dengan memerlukan sinar matahari yang cukup, sehingga didaerah tropis tumbuhan ini hidup dengan pesat.



KESIMPULAN
Termasuk tumbuhan herba, perdu atau tumbuhan-tumbuhan memanjat, dengan daun tersebar atau berhadapan, tunggal. Bunga dalam bongkol kecil dengan daun pembalut, sering dalam satu bongkol yang sama terdapat dua macam bunga, yaitu bunga cakram berbentuk tabung dan bunga tepi berbetuk pita. Bunga tepi terdapat dalam satu lingkaran atau lebih. Semua bunga bisa juga berbetuk tabung, atau bisa seluruhnya berbentuk pita. Daun pelindung dari bunga tersendiri kadang-kadang seperti sisik jerami. Bunga beraturan atau setangkup tunggal dengan kelopak yang umumnya sangat tidak jelas. Mahkota berdaun lepas benang sari berada dalam tabung mahkota. Bakal buah tenggelam dengan satu bakal biji. Tangkai putik satu, kebanyakan dengan dua kepala putik. Buah  keras berbiji satu. Biji umumnya tumbuh bersatu dengan kulit buah. Tumbuhan ini biasanya hidup didaerah tropis.

SARAN
Dalam pengamatan tumbuhan famili asteraceae diperlukan ketelitian yang tinggi, sehingga bagian-bagian tumbuhan yang kecil bisa teramati dengan baik. Selama proses pencandraan, agar menggunakan alat yang lebih efektif sehingga tidak memakan waktu yang lama.





DAFTAR PUSTAKA

Rieseberg, L. H., O. Raymond, D. M. Rosenthal, Z. Lai, K. Livingstone, T. Nakazato, J. L. Durphy, A. E. Schwarzbach, L. A. Donovan, C. Lexer. 2003. Major ecological transitions in wild sunflowers facilitated by hybridization. Science 301: 1211-1216.

Stevens, P. F. (2001 onwards). Angiosperm Phylogeny Website. Version 8, June 2007 [and more or less continuously updated since]. http://www.mobot.org/MOBOT/research/APweb/. (Accessed March 27, 2008).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar