1. Latar Belakang
Indonesia dengan dengan iklim tropis memiliki kekayaan alam yang sangat
tidak ternilai harganya dan merupakan tempat yang banyak sesuai untuk ditanami
berbagai macam tanaman, salah satunya adalah tanaman famili asteracea. Tumbuhan
famili asteraceae adalah jenis tanaman yang paling banyak dijumpai di Indonesia.
Asteraceae memiliki sekitar 1.620 marga dan lebih dari 23.600 spesies,
merupakan keluarga terbesar tanaman berbunga (Stevens, 2001). Mayoritas spesies
Asteraceae adalah herba, namun kebanyakan dari famili ini didasari oleh semak.
Anggota dari famili tumbuhan ini biasanya dimanfaatkan sebagai tumbuhan
penghasil minyak, bahan pemanis dan bisa dibuat teh. Beberapa anggota dari
famili ini terkenal sebagai hortikultura di seluruh dunia termasuk jenis
zinnias, marigold, dahlia, dan krisan (Rieseberg et al., 2003).
Bunga krisan (Chrysanthymum sp) merupakan
famili asteraceae yang sering dibudidayakan sebagai tanaman hias maupun sebagai
bunga potong yang sangat disenangi konsumen di Indonesia, karena keindahannya
dan termasuk salah satu komoditi utama tanaman hias disamping mawar, anggrek
dan gladiol. Keragaman bentuk, warna dan mudah dirangkai serta memiliki
kesegaran bunga cukup lama, bisa bertahan sampai 3 minggu.
Secara umum sifat fisik dari famili Asteraceae
termasuk tumbuhan herba, perdu atau tumbuhan-tumbuhan memanjat, dengan daun
tersebar atau berhadapan, tunggal. Bunga dalam bongkol kecil dengan daun
pembalut, sering dalam satu bongkol yang sama terdapat dua macam bunga, yaitu
bunga cakram berbentuk tabung dan bunga tepi berbetuk pita. Bunga tepi terdapat
dalam satu lingkaran atau lebih. Semua bunga bisa juga berbetuk tabung, atau
bisa seluruhnya berbentuk pita. Daun pelindung dari bunga tersendiri
kadang-kadang seperti sisik jerami. Bunga beraturan atau setangkup tunggal
dengan kelopak yang umumnya sangat tidak jelas. Mahkota berdaun lepas benang
sari berada dalam tabung mahkota. Bakal buah tenggelam dengan satu bakal biji.
Tangkai putik satu, kebanyakan dengan dua kepala putik. Buah keras berbiji satu. Biji umumnya tumbuh
bersatu dengan kulit buah.
2.
Tujuan
Dari uraian di atas dapat diketahui tujuan dari
makalah ini yaitu:
1.
Mengetahui
kateristik dari setiap spesies famili asteraceae yang ditemukan
2.
Mengetahui ciri
morfologi dari setiap spesies famili asteraceae yang ditemukan
3.
Mengetahui
manfaat dari setiap spesies famili asteraceae yang ditemukan.
3.
Manfaat Penulisan
Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu
menambah wawasan dan informasi mengenai jenis-jenis tanaman dari famili
asteraceae dibeberapa tempat di malang.
Tabel Pengamatan
1.1 Tabel Batang
Tumbuhan
Hal
|
A. conzoydes
|
C.
indicum
|
C.
morifolium
|
C.
daisy
|
C. chinensis
|
Perawakan
|
Semak
, tinggi ± 60 cm
|
Semak,
tinggi ± 70 cm
|
Semak
, tinggi ± 60 cm
|
Semak,
tinggi ± 50 cm
|
Semak,
tinggi ± 30 cm
|
Bentuk
irisan melintang
|
Berbentuk
bulat
|
Berbentuk
bulat
|
Berbentuk
bulat
|
Berbentuk
bulat
|
Berbentuk
bulat
|
Permukaan
|
Kasar
dan berambut halus
|
Kasar
|
Kasar
|
Kasar
|
Kasar
|
Arah
tumbuh batang
|
Tegak
|
Tegak
|
Tegak
|
Tegak
|
Tegak
|
1.2
Tabel Daun
Daun
Hal
|
A.
conzoydes
|
C.
indicum
|
C.
morifolium
|
C.
daisy
|
C. chinensis
|
Tata
letak
|
Berhadapan
|
Berhadapan
|
Berhadapan
|
Berhadapan
|
Berhadapan
|
Kelengkapan
daun
|
Daun
bertangkai
|
Daun
bertangkai
|
Daun
bertangkai
|
Daun
bertangkai
|
Daun
bertangkai
|
Bentuk
irisan melintang
|
Bulat
|
Bulat
|
Bulat
|
Bulat
|
Bulat
|
Bangun
daun
|
bulat
telur hingga belah ketupat
|
Belah
ketupat
|
Belah
ketupat
|
Lonjong
|
Lanset
|
Ujung
|
Runcing
|
Runcing
|
Runcing
|
Runcing
|
Runcing
|
Pangkal
|
Bundar
|
Membulat
|
Membulat
|
Membulat
|
Runcing
|
Tepi
|
Bergerigi
|
Bertoreh
|
Bertoreh
|
Bertoreh
|
Rata
|
Pertulangan
|
Menyirip
|
Menyirip
|
Menyirip
|
Menyirip
|
Menyirip
|
1.3
Tabel Bunga
Bunga
Hal
|
A. conzoydes
|
C. indicum
|
C. morifolium
|
C. daisy
|
C. chinensis
|
Tipe perbungaan
|
Majemuk
|
Majemuk
|
Majemuk
|
Majemuk
|
Majemuk
|
Kelengkapan bunga
|
Planta monoecius
|
Planta monoecius
|
Planta monoecius
|
Planta monoecius
|
Planta monoecius
|
Andresium
|
Benang sari berbekas
banyak
|
Benang sari berbekas
banyak
|
Benang sari berbekas
banyak
|
Benang sari berbekas
banyak
|
Benang sari berbekas
banyak
|
DESKRIPSI
1.
Ageratum conzoydes
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : A. conyzoides
A.conyzoides
atau yang
lebih dikenal masyarakat Indonesia sebagai bandotan merupakan tumbuhan liar tetapi
lebih dikenal sebagai tanaman penganggu (gulma). Umumnya tanaman ini tumbuh
liar bersama alang-alang, dapat ditemukan di pekarangan rumah, tepi jalan atau
selokan, bahkan di kebun atau di ladang. Tumbuhan ini disebut bandotan karena
bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing.
Morfologi:
1. Perawakan
Merupakan tanaman semak yang
berbatang keras.
2. Akar
Akar Babandotan(Ageratum
conyzoides L.) merupakan sistem perakaran tunggang. Akar babandotan
memiliki panyak percabangan. Akar babandotan memliki warna coklat
keputih-putihan. Akar babandotan tidak lagi memiliki rambut-rambut halus
seperti pada batangnya. Akar babandotan keluar dari pangkal batang yang tegak
dan kadang terbaring.
3. Batang
Batang bandotan tumbuh tegak dan
bercabang. Batang babandotan membentuk cabang, pada batang daun tumbuh
berhadapan, pada ketiak daun tumbuh tunas yang membentuk cabang dengan satu
atau banyak kuntum bunga majemuk yang terletak di ujung. Tinggi bandotan
mencapai 30-90 cm. Batangnya bulat berambut halus.
4. Daun
Daun Bandotan merupakan daun bertangkai, berbentuk
daun bulat telur hingga belah ketupat. Bagian pangkal helai daun berbentuk
bundar atau sedikit meruncing menyerupai belah ketupat, sedangkan ujung helai
daun berbentuk runcing atau agak tumpul, ukuran helai daun panjangnya 2-10 cm
dan lebarnya 0,5-5 cm, berambut halus, tepi daun bergigi atau berombak.
Daun-daun bandotan ini saling berhadapan.
5.
Bunga
Bunga bandotan termasuk bunga
majemuk berkumpul 3 atau lebih, yang keluar dari ujung tangkai dan berwarna
putih. Dalam satu kelompok terdiri dari tiga atau empat kepala bunga.
Masing-masing kepala bunga tumbuh pada tangkai sendiri. Terdidi dari 60-75
bunga yang tersusun dalam daun pembalut, bentuknya menyerupai mangkok, mahkota
lima berwarna putih atau lembayung.
6.
Buah
Buah bandotan termasuk ke
dalam buah keras. Buah bandotan berbentuk persegi lima yang runcing. Buah
bandotan memiliki rambut sisik berwarna putih dan bentuknya kecil. Buahnya
memiliki warna hitam/berwarna hitam dengan
panjangnya sekitar 2-3,5 mm.
2.
Chrysanthemum indicum
Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio :
Spermatophyta
Sub Divisio :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledoneae
Sub Kelas :
Sympetalae
Bangsa
: Campanulatae (Asterales, Synandrae)
Famili :
Asteraceae
Genus : Chrysanthemum
Spesies : C. indicum L. (Pyrethrum
indicum Cass)
Krisan merupakan
tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas
(Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Krisan kuning berasal dari dataran
Cina, dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning).
Morfologi:
1.
Perawakan
Merupakan tanaman semak yang
berbatang keras.
2.
Akar
Akar C. indicum merupakan
sistem perakaran serabut. Akarnya memiliki panyak percabangan, berwarna coklat
keputih-putihan.
3.
Batang
Batang C. indicum
tumbuh tegak, berbentuk bulat dengan sedikit bercabang. Permukaan kasar dan berwarna hijau. Batang pada krisan berstruktur lunak namun ketika sudah tua batangnya
bisa menjadi keras.
4.
Daun
Daun
C.
indicum merupakan daun tunggal, berseling berhadapan. Bentuk daunnya lonjong dengan ujung runcing dan pangkal membulat. Tepi daun bertoreh, panjang daun sekitar 7-13 cm, lebar 3-6 cm. Daun C. indicum
ini berdaun tebal, pertulangan daun menyirip dengan permukaan kasar dan berwarna hijau.
5.
Bunga
Bunga
C.
indicum termasuk bunga majemuk, berbentuk cawan dan terletak di ketiak daun atau di ujung batang. Kelopak bunga berbentuk cawan dengan ujung runcing berwarna hijau. Benang sari
dan putik halus, berkumpul di tengah
bunga.
Mahkota bunga berbentuk lonjong, lepas, panjang sekita 3-8 mm, dan berwarna kuning.
Bunga dari C. indicum berbentuk pompom yaitu ditandai dengan mahkota
bunga yang mengarah kesemua arah dan berlapis-lapis sehingga berbentuk
melingkar. Pada krisan bentuk ini piringan dasar bunganya tidak tampak karena
tertutup dengan mahkota yang banyak.
6.
Buah
Buah yang dihasilkan
dari proses penyerbukan berisi banyak biji. Biji digunakan untuk bahan
perbanyakan tanaman secara generatif. Biji krisan berukuran kecil dan berwarna
cokelat sampai hitam.
3.
Chrysanthemum morifolium
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub-divisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Dycotiledonae (biji berkeping dua)
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Chrysanthemum
Spesies : C. morifolium
C.
morifolium atau yang biasa dikenal
dengan seruni ini memiliki ciri khas yaitu bentuk bunga yang besar dan berwarna
putih.
Morfologi:
1.
Perawakan
Perawakan dari C. morifolium ini
berupa tanaman semak dengan tinggi sekitar 50-100 cm.
2.
Akar
Pada C. morifolium mempunyai akar serabut
3.
Batang
Batang tanaman
krisan tumbuk tegak, berstruktur lunak dan berwarna hijau. Bila dibiarkan
tumbuh terus, batang menjadi keras (berkayu) dan berwarna hijau
kecokelat-cokelatan.
4.
Daun
Daun C.
morifolium berupa daun tunggal, berseling, berbentuk lonjong, dengan ujung
runcing, pangkal membulat, tepi bertoreh. Panjang daun sekitar 7-13 cm, lebar 5-10
cm dengan pertulangan menyirip. Daun berdaging tebal, permukaan kasar, dan
berwarna hijau.
5.
Bunga
Bunga dari C.
morifolium ini merupakan bunga besar, karena ukuran bunga yang besar. Satu
kuntum
bunga bentuk besar akan tumbuh pada tiap tangkai bunga dan piringan
dasar bunga pada bentuk
besar ini tidak tampak karena tertutup dengan mahkota
bunga yang bentuknya bervariasi.
6.
Buah
Buah berbentuk
lonjong berukuran kecil dan ditutupi selaput buah
4.
Chrysanthemum daisy
Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio :
Spermatophyta
Sub Divisio :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledoneae
Sub Kelas :
Sympetalae
Bangsa :
Campanulatae (Asterales, Synandrae)
Famili :
Asteraceae
Genus : Chrysanthemum
Spesies : C. daisy
1.
Perawakan
Perawakan
dari tumbuhan ini berupa semak dengan tinggi sekitar 40 cm.
2.
Akar
Perakaran tanaman
krisan dapat menyebar kesemua arah pada kedalaman 30 cm – 40 cm.
3.
Bunga
Bunga krisan tumbuh
tegak pada ujung tanaman dan tersusun dalam tangkai (tandan) berukuran pendek
sampai panjang. Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan
standar. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 sampai 20
kumtum bunga berukuran kecil. Sedangkan jenis standar pada satu tangkai bunga
hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. Selain itu kalangan
floriskulturis juga membedakan bentuk bunga krisan dalam lima macam (golongan),
yaitu bentuk tunggal, anemone, pompon, dekoratif dan bunga besar.
4.
Daun
Daun pada tanaman
krisan merupakan ciri khas dari tanaman ini. Bentuk daun tanaman krisan yaitu
bagian tepi bercelah atau bergerigi, tersusun berselang-seling pada cabang atau
batang.
5.
Buah dan biji
Buah yang
dihasilkan dari proses penyerbukan berisi banyak biji. Biji digunakan untuk
bahan perbanyakan tanaman secara generatif. Biji krisan berukuran kecil dan
berwarna cokelat sampai hitam
5.
Callistepus chinensis
Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio :
Spermatophyta
Sub Divisio :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledoneae
Sub Kelas :
Sympetalae
Bangsa : Asterales
Famili :
Asteraceae
Genus : Callistephus
Spesies : C. chinensis
C. chinensis merupakan famili
dari asteraceae yang berasal dari cina. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan
tahunan.
1.
Perawakan
Perawakan dari C. chinensis
ini berupa tanaman semak dengan tinggi
sekitar 10-30 cm.
2.
Akar
Pada C. chinensis
mempunyai sistem perakaran serabut.
3.
Batang
Batang tanaman ini
arah percabangan tegak keatas dengan banyak percabangan, berstruktur lunak dan
berwarna hijau.
4.
Daun
Daun C. chinensis berupa daun tunggal, berhadapan, berbentuk
lanset dengan ujung runcing dan pangkal runcing, tepi daun rata. Panjang daun
sekitar 7-13 cm dengan pertulangan menyirip.
5.
Bunga
Bunga dari C. chinensis ini
merupakan bunga besar, karena ukuran bunga yang besar. Satu kuntum bunga bentuk
besar akan tumbuh pada tiap tangkai bunga dan piringan dasar bunga pada bentuk
besar ini tidak tampak karena tertutup dengan mahkota bunga yang bentuknya
bervariasi.
MANFAAT
1.
Ageratum conzoydes
Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat sakit telinga tengah akibat
radang, luka berdarah, bisul dan eksim, rematik dan bengkak karena keseleo, pendarahan
rahim, sariawan, dan bengkak karena memar, sakit tenggorokan, perut kembung,
mulas dan muntah.
2.
Chrisanthemum indicum
Bunga krisan pada
sebagian masyarakat digunakan sebagai obat sakit bengkak pada mata dan untuk obat
luka.
3.
Chrisanthemum morifolium
Bunga krisan
putih ini biasanya digunakan sebagai obat luka dan obat sakit bengkak ketika
luka atau keseleo.
4.
Chrisanthemum daisy
Tumbuhan ini biasanya
digunakan untuk mengobati influenza, obat sakit tenggorokan, obat luka, obat
penurun panas dan obat bengkak.
5.
Callistepus chinensis
Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat radang,
luka berdarah, bisul dan eksim, rematik dan bengkak karena keseleo, sariawan,
dan bengkak karena memar, sakit tenggorokan, perut kembung.
SEBARAN
Pola penyebaran dari tumbuhan famili Asteraceae ini
biasanya berada pada daerah subtropis sampai daerah tropis. Tumbuhan ini hidup
dengan memerlukan sinar matahari yang cukup, sehingga didaerah tropis tumbuhan
ini hidup dengan pesat.
KESIMPULAN
Termasuk tumbuhan herba, perdu atau tumbuhan-tumbuhan memanjat, dengan daun
tersebar atau berhadapan, tunggal. Bunga dalam bongkol kecil dengan daun
pembalut, sering dalam satu bongkol yang sama terdapat dua macam bunga, yaitu
bunga cakram berbentuk tabung dan bunga tepi berbetuk pita. Bunga tepi terdapat
dalam satu lingkaran atau lebih. Semua bunga bisa juga berbetuk tabung, atau
bisa seluruhnya berbentuk pita. Daun pelindung dari bunga tersendiri
kadang-kadang seperti sisik jerami. Bunga beraturan atau setangkup tunggal
dengan kelopak yang umumnya sangat tidak jelas. Mahkota berdaun lepas benang
sari berada dalam tabung mahkota. Bakal buah tenggelam dengan satu bakal biji.
Tangkai putik satu, kebanyakan dengan dua kepala putik. Buah keras berbiji satu. Biji umumnya tumbuh
bersatu dengan kulit buah. Tumbuhan ini biasanya hidup didaerah tropis.
SARAN
Dalam pengamatan tumbuhan famili asteraceae
diperlukan ketelitian yang tinggi, sehingga bagian-bagian tumbuhan yang kecil
bisa teramati dengan baik. Selama proses pencandraan, agar menggunakan
alat yang lebih efektif sehingga tidak memakan
waktu yang lama.
DAFTAR PUSTAKA
Rieseberg, L. H., O.
Raymond, D. M. Rosenthal, Z. Lai, K. Livingstone, T. Nakazato, J. L. Durphy, A.
E. Schwarzbach, L. A. Donovan, C. Lexer. 2003. Major ecological transitions in
wild sunflowers facilitated by hybridization. Science 301: 1211-1216.
Stevens, P. F. (2001
onwards). Angiosperm Phylogeny Website. Version 8, June 2007 [and more or less
continuously updated since]. http://www.mobot.org/MOBOT/research/APweb/.
(Accessed March 27, 2008).





0 komentar:
Posting Komentar