Selasa, 29 November 2016

10 Menit Berbahagia Kembali

ada banyak cara untuk berbahagia. sama setelah aku membaca quote dari blog namara. 


Ada momen tertentu dimana seseorang bisa merasa bosan, tidak nyaman, atau 'jatuh'. Momen yang tidak membahagiakan sama sekali. Tapi sebenarnya kita bisa membangkitkan kembali kebahagiaan kita dalam sepuluh menit atau kurang. Bagaimana caranya?


      1. Menarik napas panjang, menghembuskannya, lalu tersenyum. 
      Karena kita harus ‘tahu’ bahwa ini hanya sementara, semuanya akan berlalu. Kita akan bisa melaluinya dan kembali baik-baik saja. Selalu.

           2. Menerima, dan terus berjalan.

      “Yang memang milikmu, pasti akan menjadi milikmu.
      Yang memang bukan milikmu, pasti tidak akan menjadi milikmu.
      Dan yang memang belum waktunya datang, juga tidak akan datang 
      sekarang.
      Bagian mana yang belum kamu mengerti?”*

Hal itu membuat kita lebih yakin bahwa Allah Maha Tahu yang Terbaik. Jika sesuatu terjadi, pasti Allah mengizinkannya terjadi untuk kita pelajari apa yang ada dibaliknya.

            3. Memejamkan mata dan mengingat kembali orang-orang yang mencintai kita. 
      Yang selalu ada bersama kita dan mendukung kita. Mereka tidak ingin kita jatuh, mereka ingin kita bangun lagi. Mereka ingin kita bahagia. Jadi, kita akan membuat diri kita dan mereka berbahagia jika kita juga berbahagia.

      4. Mengingat kembali semua yang kita punyai, semua hal yang sudah kita raih, lalu mensyukurinya. 
      Tersenyum karena betapa kita sudah melalui banyak hal, yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Tapi hidup kita terus berjalan. Sudah banyak yang diberikan Tuhan kepada kita, kenapa kita mengeluhkan sedikit yang tidak diberikan Tuhan kepada kita?

      5. Mendengarkan lagu-lagu bahagia atau yang bisa membuat kita merasakan kembali bahagianya jatuh cinta. Dalam hal ini lagu setiap orang berbeda, mungkin salah satunya adalah “Love” by Nat King Cole.
   
      6. Memahami kembali bahwa mengeluh hanya selalu membuat apa pun yang kita kerjakan bertambah berat. Alih-alih menikmatinya, kita malah menambahkan beban pada hati dan batin kita. Jangan mengeluh, kerjakan saja.

      7. Menikmati apa pun yang ada sekarang ini. Jika sedang di pantai, nikmati indahnya pantai. Jika sedang menikmati teh, rasakan benar-benar kesegaran tehnya. Jika sedang membaca, perhatikan benar setiap kalimat yang dibaca. Lupakan apa pun dulu, karena yang paling penting di dunia adalah saat ini, bersama siapa pun, melakukan apa pun. Setelah ini selesai, baru dipikirkan kembali.

Apakah semuanya selalu berhasil membuat kita berbahagia kembali dalam 10 menit? Biasanya iya. Kurang dari 10 Menit malah. Tapi ada waktunya tidak, terutama ketika kita terlalu fokus pada masalahnya daripada apa saja yang bisa membuat kita berbahagia. Tapi itu hanya terjadi 1 dibanding 10 (mungkin lebih).


"Fokus kepada bahagianya, bukan kepada kejatuhannya." Ini bagian terpenting yang bisa merangkum semuanya.

*****
*SHINE ON Quote Favorit Namarappuccino

Share:

Kamis, 03 November 2016

Random: Apa ya?

Suka

Sebuah kata yang mungkin pernah di alami semua orang. aku tak terkecuali

beberapa hari ini serasa pikiran penuh, disaat lain juga kosong. perasaan juga amburadul

sedih, iya

seneng, iya

salah tingkah, iya

cemburu, iya

marah, iya

Apa ya? kayak ada yang gemesin pengen dikeluarin tapi gak pernah bisa keluar.
udah berlangsung seminngu ini, gara-gara ada yang bilang "tunggu sebentar, aku selesaiin masalah yang ini dulu"
cuma gitu? iya. kemudian banyak kepompong berubah jadi kupu-kupu.
ribuan kalimat tanya datang
nyuruh nunggu? memang dalam situasi seperti apa kita? kenapa harus aku tunggu?
seneng? banget. merasa tidak diperhatikan dalam waktu lama dan tiba-tiba dengar kata tersebut. tepatnya gemas, aku mendengar bahkan bukan dari mulutnya sendiri, dari orang yang aku sendiri tak menyangkanya. awalnya jadi guyonan lama-lama jadi merasa bersalah. apa aku terlalu menuntut kepastian? oh sungguh bukan itu maksudku.
aku menikmati setiap waktu kita, yang bertemu namun hanya tersenyum, berkata seperlunya, bahkan tak pernah kita menyelesaikan satu kalimat. tapi sungguh aku tertarik. untungnya dia tidak ramah dengan wanita lain, kalau tidak, mungkin aku sudah tersulut api, atau bahkan aku menghindar.
betapa seriusnya atau bahkan begitu pengecutnya kita.
mungkin gak ya dia salah tingkah juga? mati-matian menghindar pas ketemu, melihatnya saja membuat kakiku justru berlari menjauh, pas udah jauh nyari setengah mati.
Bertemunya saja tak setiap hari, ada rindu? bukan rindu mungkin, bingung nyari cara agar ketemu tepatnya. aku bahkan tak ingin terlihat agresif
gimana ya?
dia bermain-main atau apa ya?
kalau tak tertarik kenapa sengaja menghilang agar dicari? kenapa menyampaikan isyarat yang justru membuatku menggebu?
aku bahkan tak bisa mengobrol dengannya di sosmed. apalah kita, kontak person atau akun sosmed aja kita tak tau satu sama lain.
ah tapi sudahlah, karna aku menikmati setiap detik, setaip gelagat anehnya. kalau dibayangkan lucu.
semoga ini bukan pertanda aku mulai kesepian. sebelum-sebelumnya gak pernah kayak gini. semoga aku tidak kembali labil dan kehilangan akal pikiran.

semoga kelak diantara kita ada yang berani menyapa terlebih dahulu, gak apa apa kalau saling menyapa saat rasa gemas ini sudah pudar. karna aku sangat tertarik pada setiap kata yang keluar darinya, ingin berucap banyak tapi kaki dan mata tak kuat untuk singgah. semoga kelak dia juga lebih berani. aku juga sangat menikmati senyum itu

ah, aku kembali labil

tapi, apa ya?


Share: