Senin, 28 Agustus 2017

Adakah wanita yang menyukaimu se-diam aku?

A hush is over everything, 
          Silent as women wait for love; 
          The world is waiting for the spring

Diam memang lebih baik.
Diam itu lebih memperhatikan, lebih mau mendengarkan, juga tak ingin mengusik urusan orang lain.

Namun ada saatnya diam itu tak mengenakkan.
Tak dapat menyelesaikan masalah, tak dapat mengubah keadaan, apalagi diam-diam menyukaimu.

Pernahkah kamu menyukai seseorang tanpa pernah mencoba untuk mengungkapkannnya? Ah ketahuilah cinta itu bisa tumbuh dari mana saja, dari sepasang manusia tanpa ada komunikasi juga bisa tumbuh benih cinta. Mungkin tidak keduanya, mungkin salah satunya. Tak apa, namanya tetap cinta.

Tentunya tidak akan pernah mudah untuk menjalani  hari dengan menahan  perasaan.

Tahukah kamu (yang mungkin gak pernah baca blog aku) kadang terbesit banyak tanya;
          “kamu sadar tidak aku suka kamu? Apa kamu merasakannya? Yakin gak sadar?
          Atau sudah sadar tapi sengaja berpura-pura? Apa aku terlalu menggangumu? Apa kamu
          takut dijadikan lelucon karena ada yang menyukaimu? Apa aku bukan tipemu? Atau ada
          alasan lain? Aku kamu sudah punya wanita disisimu?
          Apakah ada aku dihatimu?”

Aku mulai sering mengumpat ke kamu, karena perasaan dan moodku yang sering berubah tiap harinya. Tiba-tiba bahagia, semenit selanjutnya lalu merasa terluka dan menyakitkan, kadang merasa marah. Aku bahkan tak bisa mengontrol pikiranku sendiri, ada yang bisa menjelaskannya? Atau apa kamu tau alasan mengapa aku sangat menyukaimu?

          “betapa banyak waktu kita sering bertemu, tak pernah saling terucap kata, betapa seringnya
          tatapan matamu yang meleset dari pandanganku, berapa banyak waktu kita sering  jalan 
          berdua tapi saling bersebrang jalan

dan, Kamu terlalu beku.

Ribuan lantunan doa yang terucap untukmu belum bisa meluluhkannya. Aku hanya ingin egois sekali saja, aku hanya ingin dirimu. Tapi terlepas dari egoisku, selalu ada tanya “apa kamu juga menginginkanku?” namun aku wanita, kamupun tahu, tak mungkin aku bisa mengatakannya. Oh mungkin bukan tak bisa, aku hanya tak tau mulai dari mana. Mendekatimu saja begitu susah.

          “Jika kamu merasakannya yang sama, kenapa kamu tak bicara?”
          “Kalaupun tidak, kenapa tak berusaha menghindar?”
          “tak pantaskah aku memilikimu?”
          “Apalah arti dari bisumu?”

Kadang aku sampai dipuncak kekesalan dari diamku, “haruskah aku ungkapkan?”, “apa tak apa membuat diriku sendiri malu?”
“apa kamu justru tambah menghindariku saat tau perasaanku?”
Habislah aku, jika itu terjadi.

Jika kamu sempat membaca tulisan ini, dan seandainya kamu merasakan yang sama, kemarilah, genggam tanganku, aku takut suatu saat aku mulai lelah dengan menunggu. Aku hanya butuh kamu.

Namun jika sebaliknya, aku akan berusaha lebih kuat lagi. Setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku ke kamu lewat tulisan ini. Simak dengan baik ceritaku ini, “aku pernah disukai seseorang, tanpa pertimbangan dia mengungkapkannya. Sungguh aku kaget, bukan karena tak suka aku menolaknya, tapi karena aku tak punya perasaan apapun padanya. Dan penyesalan terbesarku adalah membuatnya sakit hati.”

          “aku tak ingin mengalami hal serupa”

Dan pada akhirnya aku hanya akan terus berdiam diri, setidaknya aku sudah menuliskan perasaanku disini, dan aku berharap kamu membacanya.


Dari aku yang menyukaimu sediam mungkin



Share: