Senin, 05 Juni 2017

Bolehkah berdoa pada Allah memohon agar seseorang menjadi jodoh kita?

Artikel kali ini hasil iseng dari baca-baca untuk menjawab kebingungan diri, akhirnya nemu yang aduhai.

Sebelumnya kemarin ngobrol-ngobrol dengan Mala dengan topik "Mau sampek kapan sendiri Riz". Menarik sekali kan? 
Sering sekali ditegur Mala gara-gara hal ini. Aku orang yang susah suka dengan orang, sekali suka gak bisa dibengkokin untuk kemana-mana. Seringnya Mala nanya kenapa gak mau buka hati untuk yang lain? kalau ada yang terpaut dengan hatimu segera ditirakati riz, ojo turu ae!

Ditirakati? Menyebut namanya dalam doa-doaku maksudnya? dan akhirnya menyisakan pertanyaan "Bolehkah berdoa pada Allah memohon seseorang agar menjadi jodoh kita?"

Setelah kelimpungan dengan pikiran sendiri. Apa iya boleh menyebut namanya dalam doa? Apakah tidak terkesan memaksa Allah atau egois karena menginginkan seseorang? gundah gulana (halah) mau nanya ibuk takut di ciiee-in dan akhirnya baca-baca artikel, akhirnya menemukan jawabannya.

Berikut isinya:

Panggil saja Eko

Jawabnya tentu saja boleh. Hak kita pada Tuhan hanya meminta, dan memang Tuhan yang suruh. Tapi mari jawab dengan jujur mana diantara doa ini yang lebih mungkin disegerakan Tuhan?
Pertama,"Ya Allah, jadikanlah si 'A' sebagai jodoh hamba. Hamba suka padanya jadikanlah ia suka padaku dan akhiri kami dalam pernikahan."

Kedua,"Ya Allah... Berikanlah aku jodoh yang rupawan, yang mapan, yang setia dan menyayangiku agar ku bahagia dan terjamin dimasa depanku."

Ketiga,"Ya Allah, isilah hatiku dengan kasih sayang, baikkanlah rejekiku, elokkanlah pekertiku agar aku bisa membahagiakan jiwa yang akan Kau jodohkan denganku"

Doa yang pertama atau kedua terkesan mendikte Tuhan dan berfokus pada kesenangan dirinya, tidak peduli pasangannya, egois lah pokoknya. Sementara doa ketiga berfokus pada kebahagiaan orang ini nanti. Doa orang yang berhati mulia seperti ini mungkinkah ditolak Tuhan??

Ingat, kunci bahagia adalah ketika kita memberi. Ketika kita lebih bermanfaat bagi sesama. Allah Maha Memberi dan akan mensegerakan pemberiannya kepada hamba yang bermental memberi, yang tujuan hidupnya membahagiakan orang lain.

Jodoh memang ditangan Tuhan. Tapi menurut kosep saya, di tangan Tuhan itu ada beberapa kandidat jodoh untuk kita, ada si A, si B, si C, masing-masing dengan kualitas yang berbeda, ada yang baik, moderat atau buruk. Ketika sudah tiba saatnya jodoh itu harus dipertemukan dengan kita, kira-kira kandidat mana yang diutus? Itu tergantung pada kualitas pribadi kita. Karena Tuhan punya hukum, wanita baik akan dipasangkan dengan pria baik sedangkan wanita keji untuk pria keji. Tuhan Maha Adil. Mudah-mudahan konsep ini lebih mudah diterima dibanding pemahaman bahwa Tuhan menyiapkan satu kandidat di tangannya. Bagaimana jika yang ditangan Tuhan adalah jiwa yang baik tapi anda adalah pribadi yang buruk! Tentu ini akan bertentangan dengan hukum Tuhan tentang masalah jodoh.

Jadi... Bukan jodoh yang kita pikirkan, tapi menjadi sepantas-sepantasnya pribadi bagi siapapun belahan jiwa yang baik yang disiapkan Tuhan.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah, dari artikelnya mas Eko (sok tau) di atas jadi sadar. Jika aku menyebut namanya terus menerus kesannya seakan mendikte Allah dan memaksakan kehendak, jadi belajar bagaimana berdoa yang baik juga bagaimana menjadi pribadi yang baik untuk memiliki calon yang baik.

Semoga kita tidak dikalangkabutkan oleh perasaan sesaat. 


                                                                                                      Mas Sinasiav :'*

Share: