*isi cerita dari Kak Namara*
Perempuan ini hampir lelah menunggu.
Perempuan ini hampir lelah menunggu.
sepertinya, kamu bukanlah orang yang bodoh. Kamu pasti
tahu apa yang disembunyikan perempuan ini. Ya. Perempuan ini sangat tahu, kamu tahu
kalau perempuan ini mulai mengharapkanmu. Iya kan? Pasti iya. Semahir apapun
perempuan menutupinya, namanya cinta pasti tidak dapat disembunyikan.
Meski kamu tahu tentang hal ini, apa yang bisa kamu
lakukan? Hanya memberikannya harapan, tanpa balasan atas cintanya. Tak ada yang
tahu apa pertimbanganmu.
Perempuan ini mencintaimu dengan cara sederhana. Ia sudah
lama mengenalmu, berbincang denganmu, bercanda, dan menghabiskan banyak
waktunya untuk sekedar bercerita yang mungkin tidak penting denganmu. Kamu bahkan
membuat perempuan ini tertawa kembali setelah hal pahit yang dialaminya.
Lalu apa yang kamu tunggu? Membiarkannya pergi
begitu saja? Atau justru menariknya digenggaman tanganmu?
Menurut perempuan ini, kamu terlalu banyak berpikir.
Memikirkan ini dan itu. Terlalu banyak hal-hal yang menakutkan yang belum pasti
terjadi dipikiranmu. Tentu saja, perempuan ini bisa dengan mudah melupakanmu
dan menghempaskanmu, karena tindakan bodohmu. Ya. Itu mudah, semudah apapun
tetap saja butuh waktu.
Tapi sebelum itu terjadi, perempuan ini ingin
berpesan sesuatu. Dia hanya menginginkan satu.
Maukah kamu mengingat perempuan ini sesekali dalam
hidupmu? Jangan ingat ia sebagai perempuan yang kau campakan, perempuan yang
tak tahu malu tapi ingat dia yang selalu tersenyum kala bersamamu. Itu sudah
cukup.
Ya. Karena perempuan ini tak inginkan banyak darimu.
Karena ia mencintaimu dengan sederhana, dari menjadikannya yang terakhir kamu hubungi
di malam hari