Minggu, 17 Agustus 2014

Perempuan ini


*isi cerita dari Kak Namara*

Perempuan ini hampir lelah menunggu.
sepertinya, kamu bukanlah orang yang bodoh. Kamu pasti tahu apa yang disembunyikan perempuan ini. Ya. Perempuan ini sangat tahu, kamu tahu kalau perempuan ini mulai mengharapkanmu. Iya kan? Pasti iya. Semahir apapun perempuan menutupinya, namanya cinta pasti tidak dapat disembunyikan.
Meski kamu tahu tentang hal ini, apa yang bisa kamu lakukan? Hanya memberikannya harapan, tanpa balasan atas cintanya. Tak ada yang tahu apa pertimbanganmu.
Perempuan ini mencintaimu dengan cara sederhana. Ia sudah lama mengenalmu, berbincang denganmu, bercanda, dan menghabiskan banyak waktunya untuk sekedar bercerita yang mungkin tidak penting denganmu. Kamu bahkan membuat perempuan ini tertawa kembali setelah hal pahit yang dialaminya.
Lalu apa yang kamu tunggu? Membiarkannya pergi begitu saja? Atau justru menariknya digenggaman tanganmu?
Menurut perempuan ini, kamu terlalu banyak berpikir. Memikirkan ini dan itu. Terlalu banyak hal-hal yang menakutkan yang belum pasti terjadi dipikiranmu. Tentu saja, perempuan ini bisa dengan mudah melupakanmu dan menghempaskanmu, karena tindakan bodohmu. Ya. Itu mudah, semudah apapun tetap saja butuh waktu.

Tapi sebelum itu terjadi, perempuan ini ingin berpesan sesuatu. Dia hanya menginginkan satu.
Maukah kamu mengingat perempuan ini sesekali dalam hidupmu? Jangan ingat ia sebagai perempuan yang kau campakan, perempuan yang tak tahu malu tapi ingat dia yang selalu tersenyum kala bersamamu. Itu sudah cukup.
Ya. Karena perempuan ini tak inginkan banyak darimu. Karena ia mencintaimu dengan sederhana, dari menjadikannya yang terakhir kamu hubungi di malam hari


Share: