Minggu, 29 September 2013

Kawah Ijen


Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300 - 500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.


Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas.

Saat berada di kawasan kawah ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok.

Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.


Bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol ( Bondowoso ) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding.


Jarak Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam. Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km.


Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.

baca selengkapnya http://www.belantaraindonesia.org/2013/03/pesona-kawah-ijen.html
Share:

Sabtu, 28 September 2013

main ke Triangle Diamonds! nikmati pesona Banyuwangi

Banyuwangi kaya dengan berbagai tempat wisata yang menarik dan mempesona. Dari alam pengunungan nan eksotik hingga pantai yang indah membuat banyak orang terpukau. Beberapa tempat wisata alam yang menarik telah ditampilkan di situs Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan beberapa Blog para pecinta Banyuwangi maupun Laros yang peduli dengan Banyuwangi.
Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mempromosikan pariwisata Alam unggulannya yang berada di tiga daerah yang diberi nama segitiga berlian atau Triangel Diamond. Segitiga Berlian terdiri atas:
●      Kawah Ijen di Area Taman Nasional Baluran, Licin
●      Sukomade di  Area Taman Nasional Meru Betiri, Pesanggaran
●      Plengkung di Area Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo
Triangle Diamonds adalah branding pada tiga destinasi wisata unggulan di Banyuwangi, Jawa Timur. Jika ditarik garis lurus yang menghubungkan ketiganya maka akan tergambar bentuk segitiga. Ketiga destinasi wisata alam ini memang pantas untuk dibanggakan, masing-masing mempunyai keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kawah Ijen dengan kawah belerangnya yang misterius, pantai Plengkung dengan ombak dahsyat dan langka yang disukai para surfer mancanegara serta pantai Sukamade dengan penakaran penyunya yang atraktif, belum lagi tiga taman nasional yang mengelilinginya; Merubetiri, Alas Purwo dan Baluran serta kehidupan masyarakat Osing yang tinggal di dalamnya. Benar-benar paduan destinasi yang mengagumkan yang tidak dimiliki oleh kawasan manapun di dunia.
Share:

Kamis, 26 September 2013

Pesona Pulau Merah

TEMPO.CO , Jakarta:Pulau Merah kini menjadi alternatif baru untuk berselancar, selain Pantai Plengkung di Taman Nasional Alas Purwo yang lebih dulu populer. Menurut Jro Made Suparta Karang, President Indonesian Surfing Asociation, Pulau Merah punya daya tarik yang tak kalah dengan Plengkung maupun Bali.

Kelebihan itu, kata dia, antara lain pada ombaknya yang bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir dan profesional dengan ketingian rata-rata dua meter. Berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya bisa dinikmati oleh peselancar profesional.

Dari segi akses, pantai yang terletak 80 kilometer arah selatan kota Banyuwangi itu, lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dengan kondisi jalan yang mulus. Obyek wisata di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut juga dekat dengan permukiman warga. "Kalau Plengkung, selain aksesnya sulit juga tidak bisa melibatkan masyarakat," kata dia yang turut hadir di Kompetisi Surfing Internasional di Pulau Merah, Jumat 24 Mei 2013.

Bentangan alam Pulau Merah dengan  bukit setinggi 200 meter di laut dan pantainya yang putih bersih, kata Jro, mengingatkan dia pada sebuah pantai di Brasil. Oleh karena itu, Jro menyebut Pulau Merah sebagai 'mutiara' yang terpendam.

Dia mendorong Pemerintah Banyuwangi untuk lebih gencar mempromosikan Pulau Merah. Selain berselancar, jenis olahraga lain seperti volli pantai dan paralayang bisa dikembangkan untuk semakin menarik wisatawan.

Piping, peselancar yang juga Contest Director acara tersebut, mengatakan, Pulau Merah mirip dengan Pantai Kuta, Bali, namun ombaknya lebih 'serius'. Serius dalam hal ini, berarti ombak bergulung setinggi dua meter dan panjang 300 meter, sehingga memungkinkan peselancar melakukan manuver di dalamnya alias teknik tubes.

Selain itu, di dasar laut tidak terlalu banyak karang seperti di Plengkung, sehingga Pulau Merah lebih aman bagi peselancar. Dengan kondisi ombak yang tidak terlalu ganas itulah, Pulau Merah memang lebih cocok bagi pemula yang ingin belajar berselancar.


nah, temen-temen kalo sempet main ke Banyuwangi sempetin juga nih main di pulau merah. dijamin suka



Share: